5 Maskapai Asing Ini Mau Buka Penerbangan ke Indonesia, Cek Daftarnya!

- Lima maskapai asing, termasuk T’way Air, Scoot, dan Spring Airlines, membuka rute baru ke Indonesia hasil kerja sama strategis InJourney Airports di ajang Routes Asia 2027.
- Dari Januari hingga April 2026, tercatat 53 rute penerbangan baru beroperasi di berbagai bandara Indonesia, meningkat 15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
- InJourney Airports menghadapi tantangan kenaikan harga avtur akibat konflik Timur Tengah dan memperkuat kolaborasi dengan pihak aviasi untuk menjaga konektivitas udara tetap berkelanjutan.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak lima maskapai asing sudah dan akan membuka rute penerbangan internasional ke Indonesia. Pembukaan rute-rute internasional itu merupakan salah satu hasil dari pertemuan strategis PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) dengan 28 maskapai dan 16 bandara dalam acara Routes Asia yang digelar pada 14-16 April 2027 lalu.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R Pahlevi, mengatakan pembukaan rute penerbangan itu merupakan upaya untuk menjadikan bandara sebagai agent of development untuk mendukung pertumbuhan dan pemerataan perekonomian serta kontribusi pada sektor pariwisata nasional.
"Konektivitas bandara menjadi kunci penting kemudahan mobilitas masyarakat, serta kelancaran arus barang dan logistik," kata Pahlevi dikutip dari keterangan resmi, Minggu (3/5/2026).
1. Daftar 5 maskapai yang sudah dan akan buka rute di Indonesia

Adapun maskapai yang baru saja membuka rute penerbangan di bandara InJourney Airports adalah T’way Air rute Bandara Soekarno-Hatta - Bandara Incheon (Korea Selatan) mulai 29 April 2026.
Kemudian, pada Mei 2026, maskapai Scoot akan membuka rute Bandara HAS Hanandjoeddin Belitung - Bandara Changi Singapura, dan pada Juni 2026 rute Bandara Supadio Pontianak - Bandara Changi.
Lalu, Spring Airlines mulai Juni 2026, direncanakan melayani rute dari Guangzhou dan Shenzen ke Bandara Soekarno-Hatta.
Sejumlah maskapai juga memiliki peluang besar membuka rute di berbagai bandara InJourney Airports, yang akan diumumkan dalam waktu dekat seperti Centrum Air yang akan melayani rute Taskent, Uzbekistan ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali serta Greater Bay Airlines yang akan terbang perdana Hongkong menuju Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
"Di pasar rute internasional, target kami dalam dua tahun adalah menambah frekuensi penerbangan rute eksisting dan membuka rute-rute baru. Ini sebagai dasar membangun konektivitas penerbangan jarak jauh (long haul) secara langsung atau direct flight dari bandara-bandara di Indonesia," ujar Pahlevi.
2. Ada pembukaan rute domestik baru

Pada Januari hingga April 2026, sudah terdapat 53 rute penerbangan baru yang sudah dioperasikan di berbagai bandara, terdiri dari rute belum pernah dioperasikan sebelumnya serta penambahan layanan penerbangan baru.
Jumlah rute pada periode tersebut meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan penambahan 46 rute penerbangan. Untuk rute domestik, contoh yang belum pernah dioperasikan sebelumnya adalah Bandara Sam Ratulangi Manado ke Naha Tahuna, yang kini dilayani Wings Air mulai Mei 2026.
Sementara itu, rute baru maskapai untuk menambah layanan penerbangan di rute eksisting, semisal Garuda Indonesia, pada Mei 2026 mulai membuka penerbangan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali ke Mozes Kilangin Timika.
3. Operator bandara hadapi tantangan dari konflik Timur Tengah

Pahlevi mengatakan, pembukaan rute baru adalah upaya merespons tantangan yang ada dalam memastikan konektivitas udara tetap terjaga dan berkelanjutan. Adapun tantangan yang dihadapi saat ini, antara lain harga avtur yang tinggi, diakibatkan oleh konflik di Timur Tengah. Lonjakan harga avtur itu menyebabkan kenaikan harga tiket pesawat udara.
"Dalam merespons hal tersebut, InJourney Airports terus berupaya untuk memperkuat kolaborasi dengan ekosistem aviasi khususnya airlines, regulator, operator bandara serta stakeholders lainnya, untuk menjalankan berbagai strategi pengembangan rute," kata dia.
Dengan cara itu, dia berharap bandara-bandara yang dikelola dapat terus meningkatkan jumlah rute penerbangan demi memenuhi permintaan konsumen dan meningkatkan persaingan pasar yang kompetitif.


















