ilustrasi barel minyak (unsplash.com/Atik sulianami)
Kelebihan suplai disebut akan tetap menjadi isu utama. OPEC+ telah meningkatkan produksi setiap bulan sejak April, menambah lebih dari 2 juta barel per hari. Produksi shale AS juga diperkirakan mencapai rekor baru Desember ini, menurut Data Energy Information Administration.
Sementara itu, China menimbun jutaan barel per hari pada paruh pertama 2025, membantu menyerap suplai berlebih. Permintaan dari Timur Tengah stabil, dan kilang India meningkatkan pembelian minyak Urals dari Rusia.
Namun, terdapat lebih dari 1 miliar barel minyak di tanker di seluruh dunia—level tertinggi untuk penimbunan di laut sejak 2023. International Energy Agency memperkirakan surplus pasokan 2026 dapat mencapai 4 juta barel per hari.
Macquarie menilai kondisi ini berpotensi memicu penurunan harga yang signifikan.
“Sebagai ekspektasi dasar, kondisi pasar saat ini mengarah pada kelebihan pasokan yang menghukum pada kuartal IV-2025/kuartal I-2026, yang kami yakini dapat memerlukan penurunan harga minyak yang signifikan dan perubahan kebijakan OPEC,” ujar analis Macquarie.