Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Harga Perak Cetak Rekor Dipicu Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed

Harga Perak Cetak Rekor Dipicu Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed
ilustrasi perak (unsplash.com/Scottsdale Mint)
Intinya sih...
  • Harga spot perak melonjak hingga 4,2 persen dan sentimen pasar menguat: Harga spot perak naik hingga 4,2 persen dan mencapai sekitar 55,66 dolar AS per ons. Sentimen penguatan muncul dari harapan terhadap pemangkasan suku bunga The Fed, meningkatnya permintaan ETF berbasis bullion, dan pasokan fisik yang tetap terbatas.
  • Pasokan global masih ketat meski stok baru masuk ke London: Kenaikan harga terbaru ini terjadi sebulan setelah pasar London mengalami “supply squeeze” yang mendorong harga perak melampaui level di Shanghai dan New York. Sekitar 54 juta troy ounces telah tiba di London dan sedikit meredakan tekanan tersebut.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Harga perak kembali mencetak rekor setelah menembus level tertinggi yang sebelumnya terjadi saat lonjakan harga di London pada Oktober lalu. Kenaikan tajam ini terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada Desember 2025.

Selain itu, arus masuk ke Exchange Traded Fund (ETF) berbasis logam mulia dan kondisi pasokan yang masih ketat turut mendorong reli harga perak dalam beberapa hari terakhir.

1. Harga spot perak melonjak hingga 4,2 persen dan sentimen pasar menguat

ilustrasi perak
ilustrasi perak (unsplash.com/Scottsdale Mint)

Harga spot perak naik hingga 4,2 persen dan mencapai sekitar 55,66 dolar AS per ons. Sentimen penguatan muncul dari harapan terhadap pemangkasan suku bunga The Fed, meningkatnya permintaan ETF berbasis bullion, dan pasokan fisik yang tetap terbatas.

Pada Jumat (28/11/2025), perdagangan perak juga diwarnai pergerakan harga tidak stabil akibat likuiditas yang tipis, menyusul penghentian perdagangan berjam-jam pada kontrak berjangka CME’s Comex Exchange. Aktivitas perdagangan kembali normal pada pagi waktu Amerika Serikat.

2. Pasokan global masih ketat meski stok baru masuk ke London

ilustrasi perak
ilustrasi perak (unsplash.com/Scottsdale Mint)

Kenaikan harga terbaru ini terjadi sebulan setelah pasar London mengalami supply squeeze yang mendorong harga perak melampaui level di Shanghai dan New York. Sekitar 54 juta troy ounces telah tiba di London dan sedikit meredakan tekanan tersebut, tetapi pasar tetap ketat karena biaya pinjaman perak satu bulan masih berada di atas level normal.

Arus masuk pasokan ke London kini memberi tekanan pada hub perdagangan lain, termasuk Tiongkok. Data dari bursa menunjukkan bahwa persediaan perak di gudang yang terkait Shanghai Futures Exchange berada pada titik terendah sejak 2015.

“Dalam jangka pendek, kenaikan harga lebih lanjut tidak dapat dikesampingkan jika persediaan perak terdaftar di Tiongkok terus menurun,” tulis analis Commerzbank AG, dilansir Bloomberg.

3. Kekhawatiran tarif AS dan perpindahan stok pengaruhi arus perdagangan

ilustrasi tarif (pexels.com/Markus Winkler)
ilustrasi tarif (pexels.com/Markus Winkler)

Para pelaku pasar juga memantau potensi penerapan tarif baru untuk perak setelah logam mulia tersebut masuk dalam daftar mineral kritis US Geological Survey pada November. Sejak awal Oktober, sekitar 75 juta ons perak telah keluar dari vault Comex di New York. Namun kekhawatiran akan munculnya premi harga perak AS membuat sejumlah pedagang menunda pengiriman keluar negeri.

Sepanjang tahun ini, harga perak telah naik hampir 90 persen seiring meningkatnya permintaan investor terhadap aset alternatif dalam tren yang disebut debasement trade. Optimisme terkait fundamental pasokan dan permintaan juga menguat, karena pasar perak diperkirakan mengalami defisit pasokan untuk tahun kelima berturut-turut. Berbeda dari emas, sebagian besar permintaan perak berasal dari sektor industri seperti panel surya dan elektronik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Harga Perak Cetak Rekor Dipicu Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Fed

29 Nov 2025, 19:23 WIBBusiness