Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Golkar, Eric Hermawan menyampaikan, masalah utama yang dihadapi perekonomian Indonesia bukanlah kelangkaan fisik pasokan minyak akibat konflik di Timur Tengah, melainkan kerentanan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) terhadap volatilitas harga minyak global.
Eric menjelaskan, setiap kenaikan harga minyak dunia sebesar satu dollar Amerika Serikat (AS) harus memaksa negara mengalihkan dana sebesar Rp6,7 triliun untuk menambal selisih biaya energi agar harga di tingkat domestik tetap stabil. Padahal, dana sebesar ini bisa digunakan negara untuk membangun ribuan ruang kelas baru atau infrastruktur digital.
"Gejolak harga inilah yang secara instan merusak postur anggaran negara dan memaksa dilakukannya realokasi dana besar-besaran,” kata Eric kepada wartawan, Selasa (24/3/2026).
