Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Intinya sih...

  • Pemerintah awasi OJK dan BEI secara seksama

  • MSCI soroti kurangnya transparansi struktur kepemilikan saham dan free float

  • Hashim minta OJK dan BEI tidak baper, tidak terlalu sensitif terhadap kritik

  • Delapan investor meminta menjaga kredibilitas pasar modal Indonesia. Prabowo bakal pelototi OJK-BEI

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo menyebutkan, pemerintah dikirimkan beberapa surat oleh penyedia indeks global MSCI.

Surat-surat itu berisikan pertanyaan tentang bagaimana transparansi pasar modal Indonesia, mengingat Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengirimkan proposal ke MSCI terkait rencana perbaikan pasar modal.

"Morgan Stanley mengirim empat surat, empat surat ke Pemerintah Indonesia. Berisikan banyak pertanyaan (soal pasar modal)," ujar Hashim dalam ASEAN Climate Forum (ACF) 2026 di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Hashim mengungkapkan hal tersebut untuk membahas kembali gejolak pasar modal Indonesia yang terjadi beberapa waktu lalu.

1. Pemerintah awasi OJK dan BEI secara seksama

Ilustrasi OJK (Otoritas Jasa Keuangan). (IDN Times/Aditya Pratama)

Untuk diketahui, gejolak pasar modal yang terjadi beberapa waktu lalu imbas dari pengumuman penyedia indeks global MSCI. Dalam pengumumannya, MSCI menegaskan bakal membekukan sementara rebalancing saham asal Indonesia dalam indeksnya.

MSCI juga menyoroti isu fundamental terkait investability yang salah duanya adalah kurang transparannya struktur kepemilikan saham dan minimnya free float. Jika hal-hal itu tidak dibenahi, maka Indonesia terancam turun kelas ke frontier market.

Hal itu kemudian membuat IHSG roboh hingga 7-8 persen selama dua hari, usai pengumuman MSCI tersebut.

Atas kejadian itu, Hashim menegaskan, pemerintah saat ini mengawasi dengan ketat Otoritas Jasa Keuangan dan BEI.

"Saya tujukan kepada Anda, Pak Jeffrey (Hendrik) dan Anda Pak Hasan (Fawzi). Pemerintah akan secara seksama mengawasi Anda dan saya serius. Ini menjadi topik besar minggu lalu, beberapa orang juga diminta mundur dan ada alasannya untuk itu, karena tidak ada transparansi pasar," tutur Hashim.

2. Hashim minta OJK dan BEI tidak baper

Konferensi pers di Gedung BEI Jakarta (IDN Times/Pitoko)

Hashim lantas meminta kedua orang tersebut untuk tidak baper dengan ucapannya, mengingat mereka yang kini memimpin reformasi pasar modal Indonesia.

"Jangan anggap ini pribadi pak. Anda memang baru di posisi Anda, tetapi jangan anggap perkataan ini secara personal," ujar dia.

Hashim pun menekankan pentingnya kepercayaan dan kredibilitas. Pasar hanya akan berjalan sukses jika memiliki dua hal tersebut.

Hashim mengaku, kedua hal itu yang jadi permintaan delapan investor kepadanya saat bertemu awal pekan ini.

"Jadi delapan investor yang bertemu dengan saya pada Senin, mereka meminta saya dan pemerintah untuk menjaga kredibilitas pasar kami," kata dia.

3. Prabowo bakal pelototi OJK-BEI

Prabowo Subianto di Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026). (YouTube/Sekretariat Presiden).

Hashim melanjutkan, pemerintah pun memastikan akan terus mempertahankan kredibilitas pasar modal Indonesia guna mempertahankan kehormatan negara.

Presiden Prabowo juga disebut akan mengawasi terus pergerakan OJK dan BEI dalam menjalankan reformasi pasar modal.

"Bagi Pak Prabowo, kehormatan Republik Indonesia sangat penting. Jadi dia akan mengawasi, mengawasi dengan sangat ketat dan itu akan dilihat dengan cermat, dan akan ada banyak pengawasan untuk memastikan bahwa para investor tetap aman," tutur Hashim.

Editorial Team