Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat melantik 27 pejabat eselon II di lingkungan Kemenkeu
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa saat melantik 27 pejabat eselon II di lingkungan Kemenkeu (dok. Kemenkeu)

Intinya sih...

  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis IHSG tembus 10.000 pada akhir 2026.

  • BEI menghentikan perdagangan saham selama dua hari setelah IHSG anjlok delapan persen.

  • Purbaya menegaskan kondisi fundamental perekonomian nasional masih kuat meski terdapat pelemahan IHSG.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap optimistis Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan menembus level 10.000 pada akhir 2026, sesuai dengan prediksi yang telah disampaikannya pada akhir tahun lalu.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham selama dua hari berturut-turut, yakni pada 28–29 Januari 2026, setelah IHSG anjlok hingga delapan persen.

"Kan akhir tahun (IHSG capai 10.000). To the moon, jangan takut. Fondasi kita bagus, kan saya Menteri Keuangannya," kata Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Optimisme tersebut didasari oleh kondisi fundamental perekonomian nasional yang dinilai masih kuat. Meski demikian, Purbaya mengakui pelemahan IHSG turut dipengaruhi oleh laporan kebijakan pengelola indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Namun, dia menegaskan dampak kebijakan tersebut bersifat sementara. Menurut Purbaya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama BEI juga tengah menyiapkan langkah-langkah untuk menyelesaikan persoalan terkait MSCI.

"Ini jelas syok sementara karena fundamental kita tidak bermasalah. Biasanya dua hari, dua setengah hari, dua sampai tiga hari sudah selesai," ujar Purbaya.

Lebih lanjut, Purbaya menegaskan pemerintah terus berupaya memperbaiki kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Pajak guna memaksimalkan penerimaan negara.

"Kemarin saya sudah melakukan pembenahan di Bea Cukai, minggu depan saya akan membenahi Pajak. Jadi income kita seharusnya akan semakin baik, sehingga fondasi fiskal kita tidak bermasalah lagi," ujarnya.

Editorial Team