Jakarta, IDN Times - Dana Moneter Internasional (IMF) memberikan peringatan terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, menyatakan bahwa perang yang melibatkan Iran dan terus berlanjut hingga 2027 berisiko besar merontokkan stabilitas ekonomi global.
Awalnya, IMF menggunakan asumsi optimistis dengan skenario konflik jangka pendek. Dalam hitungan tersebut, ekonomi dunia diprediksi hanya melambat tipis ke angka 3,1 persen dengan inflasi di level 4,4 persen. Namun, melihat kondisi terkini, Georgieva menegaskan bahwa asumsi tersebut sudah tidak lagi realistis karena situasi di lapangan telah melampaui prediksi awal lembaga tersebut.
