bendera Singapura (unsplash.com/Justin Lim)
Ada tiga negara asal utama impor nonmigas Indonesia pada Januari-Februari 2026. Pertama, China dengan nilai impor 15,68 miliar dolar AS, dan andil 42,46 persen.
Komoditas terbanyak yang diimpor dari China adalah mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (kode HS 84), mesin/peralatan elektronik dan bagiannya (HS 85), serta plastik dan barang dari plastik (HS 39).
Di posisi kedua adalah Australia, dengan nilai impor 2,07 miliar dolar AS, dan andil 5,6 persen. Komoditas terbanyak yang diimpor Indonesia dari Australia adalah logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71), serealia (HS 10), dan bahan bakar mineral (HS 27).
Di posisi ketiga ada Singapura, dengan nilai impor 2 miliar dolar AS. Ada tiga komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Singapura, yakni mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (kode HS 84), logam mulia dan perhiasan/permata (HS 71), serta mesin/peralatan elektronik dan bagiannya (HS 85).
Menariknya, impor mesin/peralatan mekanis dan bagiannya (kode HS 84) dari Singapura melonjak drastis, yakni hingga 404,78 persen secara c-to-c.