Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
India Hapus Pajak Harley-Davidson, Tesla Tetap Kena Tarif Tinggi
bendera india (unsplash.com/Naveed Ahmed)

Intinya sih...

  • India hapus bea masuk Harley dan pangkas tarif mobil mewah AS: Pemerintah India menghapus bea masuk untuk sepeda motor kelas atas asal AS, serta memangkas tarif mobil mewah secara signifikan.

  • India kecualikan kendaraan listrik dalam kesepakatan dagang dengan AS: Kesepakatan dagang antara India dan AS mengecualikan kendaraan listrik dari segala bentuk konsesi tarif.

  • AS pangkas tarif ekspor India setelah Modi setuju setop impor minyak Rusia: AS memangkas tarif ekspor India setelah India berkomitmen untuk menghentikan pembelian minyak mentah dari Rusia.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah India dan Amerika Serikat (AS) resmi merilis kerangka kerja kesepakatan perdagangan interim pada Sabtu (7/2/2026). Kesepakatan ini mencakup pengurangan tarif besar-besaran di berbagai sektor komoditas utama, sebagai hasil dari pembicaraan intensif kedua kepala negara. Langkah tersebut diambil guna menyesuaikan kebijakan ekspor-impor serta memperkuat integrasi ekonomi bilateral antara kedua negara.

Langkah strategis ini berfungsi menstabilkan hubungan ekonomi setelah sebelumnya sempat mengalami ketegangan akibat kebijakan tarif hukuman. Selain pembukaan akses pasar bagi produk manufaktur unggulan AS, India juga berkomitmen mengalihkan sumber energi utamanya sebagai bagian dari jalan menuju perjanjian perdagangan bebas yang lebih komprehensif.

1. India hapus bea masuk Harley dan pangkas tarif mobil mewah AS

Pemerintah India resmi menghapus total bea masuk untuk sepeda motor kelas atas asal AS, khususnya merek Harley-Davidson, serta memangkas tarif mobil mewah secara signifikan. Berdasarkan kerangka kesepakatan interim, tarif untuk mobil premium berkapasitas mesin di atas 3.000 cc akan diturunkan secara bertahap dari 110 persen menjadi 30 persen dalam jangka waktu sepuluh tahun. Sementara itu, sepeda motor dengan kapasitas mesin 800-1.600 cc akan mendapatkan akses bebas bea sejak hari pertama implementasi.

Selain Harley, merek Jeep di bawah Stellantis, diprediksi akan menjadi penerima manfaat utama yang memungkinkan pengenalan teknologi otomotif tingkat lanjut ke pasar India.

"Kesepakatan ini adalah langkah positif dan setelah detailnya selesai, hal ini membuka berbagai peluang bagi merek seperti Jeep untuk mengevaluasi portofolio produk global bagi pasar India serta meningkatkan daya saing manufaktur untuk ekspor," ujar Shailesh Hazela, Managing Director & CEO Stellantis India, dilansir Times of India.

Melalui pemberian akses pasar ini, New Delhi berharap AS akan memberikan dukungan timbal balik dengan mempermudah akses komponen otomotif buatan India ke pasar Amerika.

2. India kecualikan kendaraan listrik dalam kesepakatan dagang dengan AS

Berbeda dengan pelonggaran signifikan bagi kendaraan bermesin konvensional, kesepakatan dagang interim antara India dan AS secara mengejutkan mengecualikan kendaraan listrik (EV) dari segala bentuk konsesi tarif. Keputusan ini membatalkan harapan Tesla Inc. untuk memperoleh keringanan pajak impor guna memasuki pasar India dengan harga kompetitif.

New Delhi tetap mempertahankan tarif tinggi antara 70 persen hingga 110 persen bagi kendaraan listrik impor untuk melindungi industri domestik serta mendorong investor asing agar membangun pabrik di dalam negeri daripada sekadar mengimpor barang jadi. Pemerintah India menegaskan, kebijakan ini bertujuan memastikan transisi energi nasional didukung oleh manufaktur internal yang kuat.

Seorang pejabat Kementerian Perdagangan India secara eksplisit mengonfirmasi bahwa tuntutan penurunan tarif dari pihak Tesla telah diabaikan dalam negosiasi kali ini.

"Kendaraan listrik telah dikecualikan dari kesepakatan, menutup pintu bagi kemungkinan rute masuk bertarif lebih rendah untuk Tesla," kata pejabat tersebut, dilansir Telegraph India.

Strategi ini menempatkan AS pada posisi yang berbeda dengan Uni Eropa, yang sebelumnya telah mendapatkan tawaran penurunan tarif kendaraan listrik hingga 10 persen dengan syarat tertentu.

3. AS pangkas tarif ekspor India setelah Modi setuju setop impor minyak Rusia

AS resmi memangkas tarif timbal balik terhadap berbagai produk ekspor India dari 50 persen menjadi 18 persen. Keputusan strategis ini diambil setelah India berkomitmen untuk menghentikan pembelian minyak mentah dari Rusia, yang selama ini menjadi poin hambatan utama dalam hubungan diplomatik kedua negara.

Sebagai tindak lanjut, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif untuk mencabut tambahan tarif penalti sebesar 25 persen, yang sebelumnya dikenakan sebagai sanksi atas kerja sama energi India dengan Moskow. Sebagai bagian dari imbal balik, India berjanji akan membeli produk energi, teknologi, dan pesawat terbang asal AS dengan nilai total 500 miliar dolar AS (Rp8,4 kuadriliun) selama lima tahun ke depan.

Kesepakatan ini memberikan keuntungan besar bagi eksportir India di sektor tekstil, kulit, dan perhiasan karena tarif baru tersebut membuat produk India lebih kompetitif dibandingkan pesaing regional seperti China dan Vietnam.

Meskipun pengalihan sumber pasokan minyak ke AS dan Venezuela diprediksi meningkatkan biaya logistik, India menilai langkah ini sebagai pengorbanan yang diperlukan untuk mengamankan akses pasar ekspor yang lebih stabil. Namun, AS tetap menyertakan klausul pemantauan ketat melalui Departemen Perdagangan. Jika India terdeteksi melanggar komitmen energi tersebut, tarif penalti 25 persen akan segera diberlakukan kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team