Mencari pekerjaan di era digital memang terasa lebih praktis karena informasi lowongan tersebar luas melalui media sosial, grup pesan singkat, hingga berbagai platform karier. Namun di balik kemudahan tersebut, ada jebakan yang kerap menyasar para pencari kerja dengan iming-iming posisi bergengsi dan gaji fantastis. Modus penipuan berkedok lowongan kerja terus bermunculan dengan pola yang sebenarnya serupa, terutama soal permintaan biaya yang gak masuk akal.
Ironisnya, banyak korban baru menyadari setelah uang terlanjur berpindah tangan dan pelaku sulit dilacak. Situasi ini jelas merugikan secara finansial sekaligus emosional karena harapan yang sudah tumbuh mendadak runtuh. Supaya gak menjadi korban berikutnya, penting untuk memahami berbagai indikasi penipuan sejak awal dan lebih waspada terhadap setiap tawaran kerja yang terasa janggal, yuk tingkatkan kewaspadaan mulai sekarang.
