Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pemerintah Kota Bontang menyusun strategi hilirisasi perikanan melalui kajian potensi dan peluang investasi sektor industri pengolahan ikan. (Dok. DPMPTSP Bontang)
Pemerintah Kota Bontang menyusun strategi hilirisasi perikanan melalui kajian potensi dan peluang investasi sektor industri pengolahan ikan. (Dok. DPMPTSP Bontang)

Intinya sih...

  • Industri pengolahan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal IV 2025, tumbuh 5,39 persen secara tahunan.

  • Lapangan usaha perdagangan memberikan dorongan signifikan dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,79 persen, sedangkan sektor informasi dan komunikasi menyumbang 0,55 persen.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat industri pengolahan menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal IV 2025 yang tumbuh 5,39 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar dengan kontribusi 1,01 basis poin terhadap laju pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025

“Industri pengolahan menjadi sumber pertumbuhan terbesar karena memberikan kontribusi 1,01 basis poin,” ujar Amalia dalam konferensi pers BPS, Kamis (5/2/2026).

Selain industri pengolahan, lapangan usaha perdagangan juga memberikan dorongan signifikan dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,79 persen, seiring meningkatnya aktivitas konsumsi dan distribusi barang pada akhir tahun.

"Selanjutnya, sektor informasi dan komunikasi menyumbang 0,55 persen. Adapun sektor pertanian memberikan kontribusi sebesar 0,51 persen," kata dia.

Amalia mengatakan, struktur sumber pertumbuhan tersebut menunjukkan sektor-sektor utama tetap menjadi penopang perekonomian nasional pada akhir 2025.

Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,39 persen yoy dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai Rp6.147,2 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp3.474,5 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).

Sementara itu, secara kumulatif sepanjang 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,11 persen. Berdasarkan besaran PDB, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat sebesar Rp23.821,1 triliun (ADHB) dan Rp13.580,5 triliun (ADHK).

Editorial Team