Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ekonom Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2025 Meleset ke 5,05-5,07 Persen

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Shuterstock/Costello77
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. Shuterstock/Costello77

Jakarta, IDN Times – Sejumlah ekonom memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 hanya akan berada di kisaran 5,05 persen hingga 5,07 persen, atau meleset dari target pemerintah sebesar 5,2 persen. Badan Pusat Statistik (BPS) dijadwalkan mengumumkan realisasi resmi pertumbuhan ekonomi tahun lalu pada siang ini.

Faktor tekanan eksternal dan perlambatan permintaan global dinilai menjadi penghambat utama pertumbuhan, meski permintaan domestik masih menunjukkan resiliensi.

2. Pertumbuhan ekonomi belum berkualitas

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (IDN Times/Aditya Pratama)

Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, memprediksi pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,05 persen. Meski ada paket stimulus pemerintah dan faktor musiman di akhir tahun yang mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal IV ke level 5,18 persen, secara akumulatif angka tersebut masih belum mampu menembus target APBN.

Menurut Riefly pertumbuhan ekonomi masih belum berkualitas dan berpotensi hanya tumbuh sedikit di atas 5 persen di tahun lalu.

“Produk domestik bruto (PDB) diperkirakan tumbuh 5,18 persen pada kuartal IV-2025, sehingga pertumbuhan ekonomi tahunan mencapai 5,05 persen untuk 2025,” kata Riefky dalam laporan Indonesia Economic Outlook dikutip, Kamis (5/3/2025).

2. Indonesia dilanda peningkatan bencana di akhir tahun yang berdampak ke sisi makroekonomi

Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. (Dok. IDN Times)

Ia menjelaskan sejak akhir 2025, Indonesia memasuki era meningkatnya kerentanan terhadap bencana, di mana konsekuensi ekonomi dan kelembagaan dari munculnya berbagai bencana ini menjadi semakin menonjol.

Alih-alih terdampak oleh satu guncangan bencana tunggal, fase ini ditandai oleh sekelompok bencana yang terjadi di berbagai wilayah dalam beberapa waktu yang berdekatan, dengan peristiwa bencana baru muncul sebelum bencana sebelumnya pulih.

"Dari perspektif kebijakan dan sisi makroekonomi, pola ini berdampak signifikan: kondisi ini mengubah bencana alam dari keadaan darurat episodik dan cenderung lokal menjadi sumber gangguan yang berkepanjangan yang membenai penyediaan layanan publik, melemahkan fungsi infrastruktur, dan menyerap sumber daya fiskal dan administratif baik di tingkat pusat maupun daerah," ucapnya.

Dalam konteks ini, risiko bencana menjadi tidak terpisahkan dari tantangan pembangunan yang lebih luas, termasuk lemahnya perencanaan tata ruang, kapasitas institusi yang tidak merata, dan kerentanan struktural dalam jaringan infrastruktur.

3. Faktor eksternal ikut mempengaruhi proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV

ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)
ilustrasi pertumbuhan ekonomi (unsplash.com/Mathieu Stern)

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2025 secara tahunan akan mencapai 5,07 persen , dengan asumsi pertumbuhan pada kuartal IV-2025 sebesar 5,25 persen.

“Pada saat yang sama, terdapat tekanan dari kebijakan dagang seperti tarif balasan Amerika Serikat, dan impor cenderung naik seiring membaiknya aktivitas domestik. Akibatnya, kontribusi ekspor bersih terhadap pertumbuhan menjadi lebih kecil,” ujar Josua, Rabu (4/2/2026).

Berikut adalah rincian pertumbuhan ekonomi kuartal I-III 2025:

  • Kuartal I: 4,87 persen
  • Kuartal II: 5,12 persen
  • Kuartal III: 5,04 persen

Share
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Daftar 10 Sektor Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di RI

07 Feb 2026, 06:03 WIBBusiness