Evakuasi korban tabrakan maut CommuterLine (KRL) dengan Kereta Jarak Jauh KA Argo Bromo terus berlangsung sejak Senin malam, 27 April 2026 hingga Selasa (28/4/2026) pagi. (IDNTimes/Aryodamar)
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin curiga tabrakan Commuterline dengan kereta Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Senin (27/8/2026) sekitar pukul 21.00 WIB, dipicu oleh gangguan di perlintasan kereta disebabkan taksi Green SM.
Sebab, dalam kronologinya, sebelum kereta Argo Bromo menabrak rangkaian KRL di jalur Stasiun Bekasi Timur, ada insiden taksi hijau tertemper Commuterline.
"Kejadian ini di jam kurang jam 21.00 kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga, ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah Stasiun Emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu," ujar Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat.