Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kantor Pusat Pertamina di Gambir, Jakarta Pusat. (dok. Pertamina)
Kantor Pusat Pertamina di Gambir, Jakarta Pusat. (dok. Pertamina)

Intinya sih...

  • Entitas PIS yang gabung baru captive market Simon menjelaskan bahwa hanya sebagian unit PIS yang sudah masuk ke Subholding Downstream, yakni segmen yang melayani captive market. Sementara itu, unit PIS lainnya masih berada di luar struktur subholding baru tersebut.

  • Target integrasi PIS non-captive Oktober 2026 Pertamina menargetkan integrasi unit PIS yang melayani non-captive market ke Subholding Downstream rampung pada Oktober 2026. Setelah proses tersebut selesai, seluruh bisnis hilir diharapkan berada dalam satu subholding yang terintegrasi.

  • Kejar efisiensi dan kepastian pasokan energi Simon menyatakan bahwa integrasi bisnis hilir bertujuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Pertamina (Persero) baru mengintegrasikan sebagian entitas PT Pertamina International Shipping (PIS) ke Subholding Downstream, mencakup penggabungan atau merger PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Pertamina Kilang Internasional (KPI), serta PIS.

Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri mengatakan, integrasi dilakukan melalui pertimbangan strategis dan mendapat dukungan dari berbagai pihak. Pembentukan Subholding Downstream untuk menyederhanakan struktur bisnis hilir perseroan.

"Akhirnya kami menggabungkan integrasi bisnis hilir kami yaitu Pertamina Patra Niaga, Pertamina Kilang Internasional, dan sebagian dari Pertamina International Shipping ke dalam satu subholding yang kami sebut Subholding Downstream," katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, dikutip Kamis (12/2/2026).

1. Entitas PIS yang gabung baru captive market

Kapal tanker PT Pertamina International Shipping (PIS). (dok. PIS)

Simon memaparkan hanya sebagian unit PIS yang sudah masuk ke Subholding Downstream, yakni segmen yang melayani captive market. Sementara itu, unit PIS lainnya masih berada di luar struktur subholding baru tersebut.

Simon menyampaikan Subholding Downstream mulai beroperasi sejak 1 Februari 2026, dengan pengukuhan jajaran pengurus pada 4 Februari 2026. Dengan struktur baru ini, Pertamina kini memiliki beberapa subholding, yakni Subholding Hulu, PNRE, Gas, Downstream.

"Dan masih ada PT Pertamina International Shipping masih ada karena yang masuk ke Subholding Downstream ini baru yang captive market," ujarnya.

2. Target integrasi PIS non-captive Oktober 2026

Dirut Pertamina Simon Aloysius Mantiri saat mengawal pengiriman BBM ke Bener Meriah (dok.Pertamina)

Pertamina menargetkan integrasi unit PIS yang melayani non-captive market ke Subholding Downstream rampung pada Oktober 2026. Setelah proses tersebut selesai, seluruh bisnis hilir diharapkan berada dalam satu subholding yang terintegrasi.

"Kami targetkan untuk yang non-captive market itu di bulan Oktober 2026 sudah selesai, dan semua kita harapkan sudah bisa bergabung semuanya ke Subholding Downstream," kata dia.

3. Kejar efisiensi dan kepastian pasokan energi

Ilustrasi truk BBM Pertamina. (Dok. PPN Sumbagsel).

Simon sebelum menyampaikan integrasi bisnis hilir diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kepastian pasokan energi nasional, sekaligus meningkatkan daya saing perusahaan.

Dengan sistem yang terintegrasi, koordinasi lintas fungsi dinilai dapat berjalan lebih cepat dan keputusan bisnis diambil lebih efektif.

Simon menilai penyatuan kilang, distribusi, logistik, dan pemasaran dalam satu sistem akan mengurangi tumpang tindih proses, mempercepat layanan, serta memastikan pasokan energi lebih andal ke seluruh wilayah Indonesia.

"Di tengah perubahan geopolitik, tuntutan transisi energi, dan persaingan global yang semakin ketat. Indonesia membutuhkan Pertamina yang lincah, kuat, dan terintegrasi," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).

Editorial Team