Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
WhatsApp Image 2026-02-12 at 14.37.21 (1).jpeg
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times /Triyan).

Intinya sih...

  • Fluktuasi rupiah masih dipengaruhi sentimen jangka pendek

  • Prospek positif akan pengaruhi rupiah

  • Alasan rupiah melemah sore tadi

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah akan menggenjot investasi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. Perbaikan indikator ekonomi diyakini dapat meningkatkan daya tarik investor sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis pertumbuhan ekonomi dapat menembus enam persen sepanjang 2026. Angka tersebut lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 5,4 persen.

"Saya perbaiki investasi dan pastikan para pelaku bisnis bisa melakukan bisnis ini dengan lebih mudah. Kalau itu terjadi, growth-nya akan cepat. Investasi akan masuk pertama di pasar modal, kemudian foreign direct investment (FDI), dan rupiah akan otomatis menguat," ujar Purbaya dalam acara Economic Outlook di Graha CIMB Niaga Financial Hall, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

1. Fluktuasi rupiah masih dipengaruhi sentimen jangka pendek

Kurs rupiah terhadap dolar (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Purbaya tak menampik fluktuasi rupiah masih dipengaruhi sentimen jangka pendek. Karena itu, pemerintah memilih fokus memperkuat fundamental ekonomi demi membangun ekspektasi positif investor dalam jangka panjang. Adapun nilai tukar rupiah kembali berada di zona merah pada perdagangan Kamis (12/2). Hingga penutupan sore hari, rupiah melemah 42 poin ke level Rp16.828 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.786 per dolar AS.

"Saya fokus pada penciptaan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Ketika ekonomi tumbuh lebih tinggi dan orang percaya kami bergerak secara konsisten, maka kepercayaan akan terbentuk," ujar Purbaya.

2. Prospek positif akan pengaruhi rupiah

Ilustrasi dolar AS (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Persepsi positif terhadap prospek ekonomi Indonesia, dijelaskan Purbaya, akan mendorong aliran dana masuk ke pasar keuangan domestik. Peningkatan dana di pasar modal dinilai mampu memperkuat resiliensi ekonomi sekaligus menopang stabilitas rupiah.

"Biasanya pergerakan pasar modal sejalan dengan fondasi ekonomi. Keuntungan perusahaan akan naik kalau ekonomi bagus, valuasi meningkat, orang akan masuk ke pasar modal. Kalau modal masuk, seharusnya rupiah menguat," ujar Purbaya.

3. Alasan rupiah melemah sore tadi

ilustrasi dolar Amerika (pexels.com/Kaboompics.com)

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menyampaikan laporan utama ketenagakerjaan AS untuk Januari 2026 menunjukkan pasar tenaga kerja yang lebih kuat dari perkiraan jadi penyebab rupiah melemah sore tadi.

Nonfarm Payrolls (NFP), yakni indikator jumlah tenaga kerja di luar sektor pertanian, naik 130 ribu dan melampaui ekspektasi pasar sekitar 70 ribu dan berada di atas revisi kenaikan Desember sebesar 48 ribu. Dia juga menyebut tingkat pengangguran AS sedikit turun menjadi 4,3 persen dari sebelumnya 4,4 persen.

Dari sisi pendapatan, pendapatan per jam rata-rata meningkat 0,4 persen secara bulanan (month to month/mom) pada Januari, naik 0,1 persen dari sebelumnya dan melampaui perkiraan pasar 0,3 persen. Sementara itu, laju tahunan tercatat 3,7 persen secara tahunan (year on year/yoy), lebih tinggi dari ekspektasi 3,6 persen.

"Laporan pasar tenaga kerja AS yang lebih kuat ini mengurangi urgensi untuk pemotongan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat dan dapat memberikan dukungan kepada dolar AS dalam jangka pendek," kata Ibrahim.

Editorial Team