Jakarta, IDN Times - Memanasnya konflik di Timur Tengah yang dipicu serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran menyebabkan gejolak ekonomi dunia.
Keputusan Iran menutup Selat Hormuz menyebabkan ketidakseimbangan di sektor logistik, serta pasokan dan harga BBM.
Beberapa negara berpotensi mengalami krisis BBM, seperti Vietnam hingga Australia. Bahkan, Filipina telah mendeklarasikan darurat energi.
PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) membeberkan bagaimana dampak konflik tersebut ke perusahaan.
Direktur SIDO, Irwan Hidayat, mengatakan perusahaan menghadapi tantangan dalam impor kemasan atau packaging.
“Kita ini yang terdampak mungkin packaging. Packaging itu kan impor, belinya pakai dolar AS,” kata Irwan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/3/2026).
