Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Filipina Krisis Energi, Kemen ESDM Klaim Pasokan BBM dan LPG RI Aman

Filipina Krisis Energi, Kemen ESDM Klaim Pasokan BBM dan LPG RI Aman
Ilustrasi warga saat antre BBM. (IDN Times/Teri).
Intinya Sih
  • Kementerian ESDM menegaskan pasokan BBM dan LPG nasional aman serta terkendali, meski terjadi gangguan rantai pasok energi global yang memicu darurat di Filipina.
  • Pemerintah memperkuat pemantauan distribusi energi, melakukan diversifikasi sumber pasokan, dan mendorong konsumsi energi yang efisien untuk menjaga keandalan nasional.
  • Masyarakat diminta tetap tenang karena langkah antisipatif dan preventif telah disiapkan agar kebutuhan energi serta aktivitas ekonomi tetap terjaga stabil.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan kondisi pasokan energi Indonesia, baik untuk bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG, saat ini berada dalam keadaan aman dan terkendali. Pernyataan ini disampaikan menyusul langkah Filipina yang resmi mengumumkan keadaan darurat nasional akibat gangguan rantai pasok energi global.

“Untuk kondisi Indonesia, pasokan energi nasional saat ini dalam kondisi aman dan terkendali, baik untuk BBM maupun LPG,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, dikutip ANTARA Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, berbagai langkah antisipatif telah disiapkan bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keandalan pasokan energi.

Ia menambahkan, hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pengelolaan energi dilakukan secara optimal dan adaptif terhadap dinamika global yang terjadi.

1. Langkah antisipatif yang disiapkan pemerintah

Warga antre BBM di SPBU Pontianak
Warga antre BBM di SPBU Pontianak. (IDN Times/Teri).

Salah satu langkah antisipatif yang diambil adalah dengan memperkuat pemantauan pasokan dan distribusi energi secara nasional.

Selain itu, pemerintah juga disebut melakukan diversifikasi sumber pasokan energi sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada jalur atau wilayah tertentu.

“Yang juga perlu diperhatikan adalah pengelolaan konsumsi energi yang lebih bijak dan efisien,” ucap Anggia.

2. Masyarakat diminta untuk tidak khawatir

Warga antre BBM di SPBU Pontianak
Warga antre BBM di SPBU Pontianak. (IDN Times/Teri).

Sementara, Anggia menyampaikan seluruh langkah yang ditempuh pemerintah saat ini bersifat antisipatif dan preventif, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir.

“Aktivitas ekonomi dan kebutuhan energi masyarakat tetap menjadi prioritas utama untuk dijaga,” ujar Anggia.

3. Kondisi yang memicu darurat pasokan energi di Filipina

ilustrasi selat hormuz
ilustrasi selat hormuz (pexels.com/Eslam Mohammed Abdelmaksoud)

Sebelumnya, Pemerintah Filipina pada Selasa, 24 Maret 2026 resmi mengumumkan keadaan darurat nasional setelah mengalami gangguan rantai pasok energi global. Presiden Ferdinand Marcos Jr. menandatangani perintah eksekutif untuk memberlakukan status darurat dan mengaktifkan respons nasional guna memulihkan stabilitas pasokan serta mencegah dampak ekonomi dari kenaikan harga bahan bakar.

Situasi ini dipicu oleh ketegangan di kawasan Teluk Persia yang meningkat sejak serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran pada 28 Februari. Iran membalas dengan serangan drone dan rudal, serta mengambil kendali Selat Hormuz, jalur pelayaran penting yang menjadi rute utama pasokan energi bagi negara-negara Asia, termasuk Filipina yang mendatangkan hampir 26 persen kebutuhan energinya dari kawasan Timur Tengah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina
Follow Us

Latest in Business

See More