Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG-20251022-WA0030.jpg
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Intinya sih...

  • Fundamental ekonomi dan sektor riil kunci jaga rupiah stabil.

  • Diskusi meja makan dilakukan dalam pertemuan bersama Mensesneg dan Gubernur BI.

  • Tidak ada arahan khusus dari Mensesneg dalam diskusi tersebut.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan isi pembahasan dalam pertemuan bersama Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, pada Senin (21/1/2026), di Wisma Negara, Jakarta.

Dalam pertemuan itu, Prasetyo meminta agar ada penguatan fundamental ekonomi agar rupiah bisa kembali menguat.

“Secara khusus yang paling penting adalah bagaimana kemudian kita memastikan bahwa fundamental ekonomi kita itu kuat. Kemudian sektor-sektor riil bagaimana didorong untuk itu tumbuh dan berkembang,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (22/1/2026).

1. Fundamental ekonomi dan sektor riil kunci jaga rupiah stabil

Prasetyo Hadi, Mensesneg, Menteri Sekretaris Negara

Prasetyo menyampaikan, fundamental ekonomi dan sektor riil merupakan kunci untuk menjaga rupiah stabil. Dia juga berharap, pemerintah bisa optimal dalam mengeluarkan anggaran di awal tahun.

"Di awal tahun, seperti biasa government spending kita juga kemarin salah satu yang dibahas karena kita menghendaki di awal tahun belanja pemerintah juga apa namanya sudah bisa optimum karena ini bagian dari salah satu stimulus ekonomi," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Prasetyo mengatakan, pertemuan dengan Menteri Keuangan dan Gubernur itu merupakan hal yang rutin. Menurutnya, itu merupakan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

"Itu adalah pertemuan rutin untuk saling berkoordinasi karena bagaimanapun masing-masing memiliki kewenangan tetapi semuanya saling berkaitan. Kalau kita bicara ekonomi maka sebuah kebijakan di satu kementerian atau lembaga itu akan saling berkaitan dengan yang lainnya gitu. Jadi itu rutin saja," ucap Prasetyo.

2. Diskusi meja makan

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. (IDN Times/Triyan)

Sebelumnya, Purbaya mengatakan, pertemuan bersama Mensesneg dan Gubernur BI berjalan santai. Diskusi juga dilakukan sambil makan. "Kan kalau tadi pagi diskusi biasa, di meja makan, gak ada yang mimpin, cuma gitu aja," ujar Purbaya usai pertemuan, Senin (21/1/2026).

Purbaya mengatakan, ada banyak yang dibahas dalam diskusi meja makan tersebut. Mulai dari pembenahan fiskal hingga nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat.

"Bahas macam-macam, biasa diskusi. Tadi kan ada Gubernur BI kan, kita lakukan sinkronisasi kebijakan, saya akan membenahi fiskal dan perekonomian, Pak Gub BI akan memastikan mengambil langkah yang perlu untuk menjaga nilai tukar," ucap dia.

"Kami fokus di pekerjaan kami, dan saya kira Pak Gubernur sudah melakukan langkah yang tepat untuk melakukan apa yang perlu untuk dilakukan untuk menjaga stabilitas. Saya pikir dia akan mengendalikan hal itu dengan baik, gak ada masalah lagi," sambungnya.

3. Tidak ada arahan khusus dari Mensesneg

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melantik empat pejabat baru di lingkungan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jakarta Utara. (IDN Times/Triyan).

Purbaya mengatakan, dalam diskusi meja makan itu, tidak ada arahan khusus dari Menteri Sekretaris Negara. Menurutnya, itu hanya pertemuan biasa.

"Gak ada, yang penting konsolidasi juga, supaya kita sering ketemu juga, supaya lebih erat," kata dia.

Editorial Team