Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jenis-Jenis Investasi Properti yang Wajib Diketahui Investor
Penyaluran rumah subsidi, Selasa (6/5/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)
  • Investasi properti dianggap sebagai strategi membangun kekayaan jangka panjang dengan potensi keuntungan stabil dibandingkan instrumen investasi lainnya.
  • Tiga jenis utama investasi properti meliputi hunian, komersial, dan mixed-use property yang masing-masing memiliki karakteristik serta tingkat risiko berbeda.
  • Faktor lokasi strategis, fasilitas sekitar, dan manajemen aset menjadi kunci dalam menentukan nilai serta potensi keuntungan dari setiap jenis investasi properti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Investasi menjadi salah satu strategi penting untuk membangun kekayaan jangka panjang. Salah satu instrumen yang banyak diminati adalah investasi properti, yang menawarkan peluang keuntungan stabil dibandingkan jenis investasi lain.

Secara umum, investasi adalah penempatan modal pada suatu aset atau instrumen dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa depan. Investor, atau pihak yang menanamkan modal, perlu memilih instrumen investasi yang tepat sesuai profil risiko untuk memaksimalkan hasilnya.

BTN menyebut dalam dunia properti, ada beberapa jenis investasi yang dapat dipertimbangkan oleh investor, yuk simak.

1. Properti hunian

ilustrasi rumah subsidi (freepik.com/freepik)

Properti hunian mencakup rumah, apartemen, townhouse, dan kondominium. Investor memiliki kontrol langsung atas aset, termasuk pemeliharaan dan manajemen unit. Jenis properti ini cocok bagi investor yang menginginkan kestabilan pendapatan sekaligus peluang apresiasi nilai aset dalam jangka panjang.

Keuntungan utama investasi hunian adalah pendapatan sewa bulanan dan potensi keuntungan dari penjualan kembali. Pilihan lokasi strategis, akses transportasi, fasilitas umum, dan pertumbuhan ekonomi setempat menjadi faktor kunci dalam menentukan nilai investasi. Semakin berkembangnya fasilitas di sekitar properti, semakin tinggi kemungkinan nilai properti tersebut meningkat dari waktu ke waktu.

2. Properti komersial

Penyaluran rumah subsidi, Selasa (6/5/2025). (IDN Times/Trio Hamdani)

Properti komersial meliputi gedung perkantoran, toko, dan pusat perbelanjaan. Jenis ini biasanya menawarkan pendapatan lebih tinggi dibandingkan hunian, namun risikonya juga lebih besar, termasuk fluktuasi harga pasar, perubahan regulasi, dan risiko bencana.

Investasi pada properti komersial sering menarik bagi investor yang mencari pendapatan sewa jangka panjang yang stabil sekaligus potensi kenaikan nilai aset yang signifikan, terutama di kawasan bisnis atau pusat perdagangan yang berkembang pesat.

3. Mixed used property

ilustrasi rumah subsidi (freepik.com/freepik)

Mixed-use property menggabungkan fungsi hunian dan komersial, contohnya ruko, kos-kosan, atau rumah kontrakan yang juga digunakan untuk usaha. Investasi ini memberikan fleksibilitas dan potensi pendapatan yang lebih maksimal, namun membutuhkan manajemen properti yang cermat untuk menjaga nilai aset.

Jenis properti ini cocok bagi investor yang ingin memaksimalkan arus kas dari satu aset sekaligus menawarkan solusi yang dibutuhkan pasar, baik untuk hunian maupun kegiatan usaha. Dengan lokasi strategis, mixed-use property berpotensi menarik penyewa dari berbagai segmen, sehingga risiko kekosongan unit bisa diminimalkan.

Editorial Team