Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi bendera India. (unsplash.com/@naveedahmed)
Ilustrasi bendera India. (unsplash.com/@naveedahmed)

Intinya sih...

  • Jepang dan India setujui kerja sama dalam bidang mineral langka, semikonduktor, dan AI. Modi ingin mempromosikan inisiatif kerja sama dengan Jepang dalam bidang semikonduktor, artificial intelligence (AI) dan mineral langka.

  • Suzuki berencana investasi Rp130 triliun di India. CEO Suzuki Motor, Toshihiro Suzuki mengatakan perusahaan akan berinvestasi lebih dari 8 juta dolar AS untuk operasionalnya di India dalam 5-6 tahun ke depan.

  • India ingatkan pentingnya kerja sama pertahanan QUAD. India mengungkapkan bahwa platform Quadrilateral Security Dialogue (QUAD) yang terdiri dari AS, Jepang, Australia, dan India sangat penting.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Jepang menyatakan rencana untuk menetapkan target investasi swasta sebesar 10 triliun yen (Rp1.109 triliun) ke India dalam 10 tahun ke depan. Rencana ini sebagai penguatan hubungan ekonomi kedua negara menyusul kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi ke Jepang.

Sebelumnya, Jepang sudah mengungkapkan rencana untuk meningkatkan investasi di negara-negara Afrika. Jepang juga menyuarakan pembentukan Zona Ekonomi Samudra Hindia dan Afrika untuk meningkatkan investasi di Afrika. 

1. Jepang dan India setujui kerja sama dalam bidang mineral langka, semikonduktor, dan AI

Pada Kamis (28/8/2025), Modi mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Tokyo ini untuk mempromosikan inisiatif kerja sama dengan Jepang dalam bidang semikonduktor, artificial intelligence (AI) dan mineral langka. Dengan ini, pelajar India dapat belajar di sektor semikonduktor, AI, IT, robotik, dan energi bersih.

Modi menyebut, kerja sama ini mendongkrak investasi Jepang untuk menghindari tarif 50 persen dari Amerika Serikat (AS). Selain itu, diharapkan dapat meningkatkan dua kali lipat jumlah industri manufaktur Jepang yang beroperasi di India, dilansir Business Standard

Saat ini sudah ada 1.400 perusahaan Jepang yang terdaftar di India dan sebagian darinya adalah perusahaan manufaktur. Ribuan perusahaan tersebut sudah mengoperasikan hampir 5 ribu bisnis di India.

2. Suzuki berencana investasi Rp130 triliun di India

ilustrasi mobil Suzuki (unsplash.com/eugenechystiakov)

Menyusul kunjungan Modi di Jepang, CEO Suzuki Motor, Toshihiro Suzuki mengatakan bahwa perusahaannya akan berinvestasi lebih dari 8 juta dolar AS (Rp130 triliun) untuk operasionalnya di India dalam 5-6 tahun ke depan. 

Dilansir Just Auto, perusahaan otomotif Jepang itu berniat meningkatkan kapasitas produksi kendaraan di India hingga akhir 2029. Investasi ini direncanakan untuk mengembangkan pabrik Suzuki baru di Hansalpur, Gujarat

Anak perusahaan Suzuki, Maruti Suzuki menyebut bahwa pengembangan fasilitas di Hansalpur akan membuat India menjadi salah pusat manufaktur otomotif terbesar di dunia. Rencananya pabrik itu mampu memproduksi 1 juta kendaraan. 

3. India ingatkan pentingnya kerja sama pertahanan QUAD

Pada Selasa (26/8/2025), India mengungkapkan bahwa platform Quadrilateral Security Dialogue (QUAD) yang terdiri dari AS, Jepang, Australia, dan India sangat penting. 

“QUAD tentu menjadi platform penting untuk bekerja sama dan mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kesejahteraan, dan pembangunan di kawasan Indo-Pasifik. Belakangan ini agenda sudah diekspansi ke masalah keamanan kesehatan dan teknologi,” ungkap Menteri Luar Negeri India, Vikram Misri, dikutip dari Anadolu Agency

Setelah berkunjung ke Jepang, Modi dijadwalkan akan terbang ke China untuk menghadiri Shanghai Cooperation Organization pada akhir pekan ini. Kunjungan ke China ini akan menjadi lawatan pertama Modi ke China dalam 7 tahun terakhir. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team