Jakarta, IDN Times - Federasi Perusahaan Listrik (FEPC) Jepang, menyatakan bahwa pasokan gas alam cair (LNG) negara tersebut tetap stabil di tengah konflik Timur Tengah yang sedang berlangsung. Meski demikian, lonjakan harga minyak mentah mulai menekan ekonomi domestik dan memaksa pemerintah untuk mengintervensi pasar.
"LNG merupakan bahan bakar utama pembangit listrik termal di Jepang. Namun, pasokan tetap aman karena Jepang telah berhasil melakukan diversifikasi pemasok LNG. Saat ini, impor dari negara-negara Teluk Persia hanya menyumbang 6 persen dari total kebutuhan nasional," kata ketua FEPC, Nozomu Muri, saat menjelaskan dalam konferensi pers pada Kamis (19/3/2026).
"Kami tidak melihat dampak langsung terhadap stabilitas pasokan LNG saat ini," sambungnya, dilansir NHK News.
Namun, ia menyebut dampak terhadap tarif listrik masih belum dapat diprediksi. Mori juga memperingatkan bahwa jika konflik berkepanjangan, keseimbangan pasokan dan permintaan LNG global dapat semakin ketat.
Sejak serangan Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran dimulai pada 28 Februari 2026, Jepang yang miskin sumber daya alam terus memantau ketat stabilitas energi di tengah risiko geopolitik yang tidak menentu.
