Jakarta, IDN Times – Pemerintah Jepang mencatat momen penting setelah berhasil mengangkat material sedimen yang mengandung unsur tanah jarang dari kedalaman sekitar 6 ribu meter atau setara 19.700 kaki di dasar Samudra Pasifik pada Senin (2/2/2026).
Kegiatan uji coba penambangan di laut dalam itu dijalankan melalui kapal riset Chikyu dengan dukungan penuh negara serta dikoordinasikan oleh Badan Jepang untuk Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Kelautan-Bumi (JAMSTEC). Otoritas setempat menyebut keberhasilan tersebut sebagai langkah perdana di tingkat global yang secara khusus menyasar pengambilan unsur tanah jarang pada kedalaman ekstrem.
Juru bicara pemerintah Jepang, Kei Sato menyampaikan, contoh sedimen yang berhasil diangkat kini tengah dianalisis secara menyeluruh guna memastikan kadar unsur tanah jarang di dalamnya.
"Rincian akan dianalisis, termasuk berapa banyak tanah jarang yang terkandung. (Ini adalah) pencapaian yang berarti baik dalam hal keamanan ekonomi maupun pembangunan maritim yang komprehensif," katanya, dikutip dari Times of India.
