ilustrasi WFH di tengah liburan keluarga (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Pemerintah merilis delapan kebijakan strategis sebagai bagian dari transformasi budaya kerja nasional untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya tahan ekonomi di tengah dinamika global.
1. WFH untuk ASN
Penerapan Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN) di instansi pusat dan daerah dilakukan 1 hari setiap minggu, yakni setiap Jumat. Skema ini bertujuan mendorong digitalisasi tata kelola pemerintahan.
2. Efisiensi mobilitas ASN
Penggunaan kendaraan dinas dibatasi hingga 50 persen, kecuali untuk operasional tertentu dan kendaraan listrik. ASN juga didorong beralih ke transportasi publik untuk mengurangi mobilitas pribadi.
3. Efisiensi perjalanan dinas
Perjalanan dinas dipangkas 50 persen untuk dalam negeri dan 70 persen untuk luar negeri. Pemerintah daerah juga diimbau memperluas pelaksanaan Car Free Day sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
4. WFH untuk sektor swasta
Kebijakan WFH juga diterapkan di sektor swasta melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan, dengan tetap memperhatikan karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor. Kebijakan ini juga mendorong efisiensi penggunaan energi di tempat kerja.
5. Pendidikan tetap normal
Kegiatan belajar mengajar tatap muka tetap berjalan untuk jenjang Sekolah Dasar hingga menengah, lima hari seminggu. Pendidikan tinggi menyesuaikan kebijakan masing-masing institusi.
6. Refocusing dan efisiensi anggaran
Pemerintah melakukan refocusing anggaran kementerian/lembaga dari belanja nonprioritas seperti perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan seremonial ke belanja produktif yang berdampak langsung pada masyarakat. Potensi alokasinya mencapai Rp121,2–130,2 triliun.
7. Kebijakan biodiesel B50
Mulai 1 Juli 2026, pemerintah menerapkan B50. PT Pertamina siap mengimplementasikan blending ini, berpotensi mengurangi penggunaan BBM fosil hingga 4 juta kiloliter per tahun dan menghemat subsidi hingga Rp48 triliun. Pembelian BBM untuk kendaraan pribadi akan diatur menggunakan barcode My Pertamina, maksimal 50 liter per kendaraan (tidak berlaku untuk kendaraan umum).
8. Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Program MBG menyediakan makanan segar 5 hari dalam seminggu dengan pengecualian untuk asrama, daerah 3T, dan wilayah dengan stunting tinggi. Potensi penghematan dari kebijakan ini diperkirakan mencapai Rp20 triliun.
“Keseluruhan kebijakan ini bagian dari transformasi struktural menuju ekonomi yang lebih efisien, produktif, dan berdaya tahan. Pemerintah mengajak masyarakat dan dunia usaha untuk tetap produktif, aktif berpartisipasi, dan mendukung transformasi budaya kerja ini,” tutur Airlangga.