Jakarta, IDN Times - Sepeda motor telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari keseharian masyarakat Indonesia. Mulai dari berangkat kerja, mengantar anak sekolah, hingga menggerakkan ekonomi informal, kendaraan roda dua ini jadi pilihan lantaran praktis, cepat, dan relatif terjangkau.
Meski begitu, di balik perannya sebagai tulang punggung mobilitas, sepeda motor juga menjadi moda transportasi dengan risiko tertinggi di jalan raya. Fakta di lapangan menunjukkan sisi gelap dari ketergantungan tersebut. Sekitar 80 persen kecelakaan lalu lintas di Indonesia melibatkan sepeda motor dan menjadikannya penyumbang terbesar insiden fatal di jalan.
Road Safety Reflection 2025 & Action Agenda 2026 mengungkapkan, Indonesia masih kehilangan sekitar tiga nyawa setiap jam akibat kecelakaan lalu lintas, dengan mayoritas korban berasal dari pengendara roda dua.
Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano menilai, tingginya angka kecelakaan roda dua bukan sekadar soal pilihan moda transportasi, melainkan cerminan persoalan yang lebih mendasar.
“Dominasi sepeda motor sebagai moda transportasi utama ini tidak hanya mencerminkan realitas mobilitas masyarakat, tetapi juga menyingkap tantangan sistemik—mulai dari standar keselamatan kendaraan, kualitas infrastruktur jalan, hingga perilaku pengguna jalan," ujar Rio, dikutip Sabtu (10/1/2025).
