Jakarta, IDN Times – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang semakin serius memposisikan diri sebagai pusat industri sekaligus logistik nasional. Terbaru, pengelola kawasan menandatangani nota kesepahaman (MoU) pengembangan dryport berbasis rel yang digadang-gadang jadi game changer sistem distribusi barang di Indonesia.
Kerja sama ini melibatkan sejumlah BUMN dan pemerintah daerah, seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero), PT Pelabuhan Indonesia (Persero), hingga pengelola kawasan industri Batang.
Langkah ini dinilai strategis karena mampu memangkas biaya logistik sekaligus meningkatkan konektivitas industri ke pasar global.
"Penguatan konektivitas berbasis rel dan integrasi dengan pelabuhan menjadi kunci untuk menurunkan biaya logistik nasional. Inisiatif seperti di Industropolis Batang ini adalah contoh konkret bagaimana kolaborasi dapat menghadirkan solusi nyata bagi efisiensi dan daya saing ekonomi Indonesia,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kementerian Koordinator bidang Perekonomian Republik Indonesia, Ali Murtopo Simbolon, dikutip Selasa (21/4/2026).
