Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah menguat (IDN Times/Aditya Pratama)

Intinya sih...

  • Rupiah konsolidasi jelang pengumuman suku bunga BI, dengan potensi pelemahan terbatas

  • Tekanan domestik masih mempengaruhi rupiah, termasuk kekhawatiran independensi BI

  • Pergerakan rupiah kemungkinan masih terbatas dalam rentang Rp16.900 hingga Rp17.000 per dolar AS

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah hanya menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Rabu (21/1/2026). Rupiah dibuka di level Rp16.955 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah bergerak terbatas di level Rp16.953 per dolar AS pada pukul 09.25 WIB, melemah 3 poin atau 0,02 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp16.956 per dolar AS.

1. Rupiah cenderung konsolidasi jelang pengumuman suku bunga BI

Pengamat pasar uang Lukman Leong menilai pergerakan rupiah masih berada dalam fase konsolidasi terhadap dolar AS. Dia menyebutkan, potensi pelemahan rupiah relatif terbatas.

Hal itu dikarenakan pelaku pasar masih menahan transaksi sambil menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) yang digelar sore ini.

"Rupiah diperkirakan berkonsolidasi terhadap dolar AS dengan potensi melemah terbatas, investor menantikan hasil RDGBI sore ini," kata dia.

2. Tekanan domestik masih membayangi rupiah

Rupiah tetap dibebani sentimen dari dalam negeri. Kekhawatiran terhadap potensi defisit anggaran menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor karena berkaitan dengan kesehatan fiskal pemerintah.

Selain itu, prospek pemangkasan suku bunga BI juga ikut memengaruhi persepsi pasar.

Isu independensi Bank Indonesia turut kembali mencuat setelah adanya pencalonan keponakan Presiden Prabowo Subianto, yakni Thomas Djiwandono sebagai deputi gubernur BI.

"Kekhawatiran independensi BI juga kembali muncul setelah pencalonan keponakan Prabowo sebagai deputi gubernur BI," tuturnya.

3. Pergerakan rupiah kemungkinan masih terbatas

Dengan berbagai sentimen tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp16.900 hinggq Rp17.000 per dolar AS.

Secara year to date atau sejak awal tahun, rupiah tercatat melemah 1,65 persen, sementara dalam 52 minggu terakhir pergerakannya berada di kisaran Rp16.079-Rp17.224 per dolar AS.

Editorial Team