Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria menanggapi kerugian PT Wijaya Karya (Persero) Tbk atau WIKA sebesar Rp1,8 triliun per tahun akibat proyek Kereta Cepat Whoosh.
Dony memastikan pihaknya sedang membereskan permasalahan tersebut agar badan usaha milik negara tersebut kembali pada fokus bisnisnya. Dia menyatakan ke depan, WIKA tidak akan lagi terlibat dalam urusan kereta api. Hal itu dikarenakan bidang tersebut dianggap tidak sejalan atau tidak in-line dengan inti bisnis yang dijalankan oleh perusahaan konstruksi plat merah tersebut.
"Jadi kan itu yang lama kita bereskan. Jadi mereka tidak akan lagi terlibat di dalam kereta api karena tidak in-line dengan bisnisnya mereka kan," kata Dony kepada jurnalis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
