Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ketapang-Gilimanuk Tutup saat Nyepi, Pemudik Disarankan Manfaatkan WFA
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi (IDN Times/Pitoko)
  • Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk akan tutup sementara saat Nyepi 19 Maret 2026, bertepatan dengan Lebaran, sehingga penyeberangan tidak beroperasi selama periode tersebut.
  • Menhub Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk menghindari kepadatan dan menyesuaikan perjalanan sebelum atau sesudah penutupan pelabuhan.
  • Kemenhub memprediksi puncak arus mudik terjadi 16–17 Maret 2026 dan arus balik 25–27 Maret, dengan WFA diharapkan mampu menurunkan volume pergerakan pemudik secara signifikan.
  • Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Hari pertama Lebaran 2026 yang diprediksi jatuh pada 20 Maret 2026 akan berhimpitan dengan Hari Raya Nyepi pada 19 Maret 2026. Hal tersebut akan membuat Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi dan Pelabuhan Gilimanuk di Bali akan tutup sementara dan tidak melayani penumpang.

Oleh sebab itu, Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi menyarankan kepada penumpang-penumpang yang menyeberang pada lintasan tersebut untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA).

Pelabuhan Ketapang akan ditutup terlebih dahulu mulai Rabu (18/3/2026), sedangkan Pelabuhan Gilimanuk ditutup sehari kemudian atau Kamis (19/3/2026). Pelabuhan Ketapang ditutup mulai hari tersebut pukul 17.00 WIB hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB. Sementara Pelabuhan Gilimanuk tutup mulai pukul 05.00 WITA hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WITA.

"Lebaran Nyepi memang itu sudah kita antisipasi. Itu sebabnya kita meminta menikmati Work From Anywher (WFA) sehingga masyarakat tidak mepet di tanggal pada saat perlakuan penutupan 18-19. Jadi harapan kami bahwa masyarakat menggunakan aturan atau kesempatan untuk melakukan WFA ini sebagai salah satu cara mereka untuk menghindari bepergian pada tanggal di mana Ketapang dan Gilimanuk ditutup. Jadi ini makanya dari jauh-jauh hari kami sampaikan," tutur Dudy, kepada awak media dikutip Senin (9/3/2026).

1. Persiapan buffer zone

Arus mudik Pelabuhan Gilimanuk. (IDN Times /Putu Sastra Putra)

Selain mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan WFA, Dudy juga menegaskan pihaknya bersama dengan PT ASDP Indonesia Ferry dan KSPO menyiapkan buffer zone. Dudy menjelaskan, buffer zone akan ditempatkan di beberapa tempat atau titik agar ketika dua pelabuhan tersebut ditutup maka kendaraan-kendaraan bisa diparkir di lokasi buffer zone.

"Itu yang bisa kami lakukan karena begitu ditutup balik kita gak bisa ngapain-ngapain. Harapan kami masyarakat makanya ini, sudah jauh-jauh hari kami sampaikan, ini Nyepi, ada Nyepi supaya jangan pada saat tanggal segitu muncul di Ketapang," ujar dia.

2. Arus mudik diprediksi terjadi akhir pekan

Ilustrasi mudik gratis (dok. Kemenhub)

Di sisi lain, dalam kesempatan yang sama, Dudy memproyeksikan perjalanan arus mudik masyarakat bakal dimulai pada akhir pekan ini atau Jumat (13/3/2026). Berdasarkan survei yang dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), akan ada 9 juta orang yang melakukan perjalanan mudik pada periode tersebut

Oleh karena itu, Dudy menyarankan kepada para pemudik untuk memanfaatkan kebijakan work from anywhere (WFA) jelang lebaran dengan tujuan mengurai kepadatan lalu lintas saat puncak arus mudik.

"Kita bisa lihat bahwa hari Jumat tanggal 13 itu sudah mulai terjadi pergerakan. Jadi semula hari Jumat, kalau kita tidak berlakukan WFA itu ada sekitar 4,4 juta pergerakan, maka pada hari Jumat setelah berlaku WFA ada peningkatan menjadi hampir 9 juta, hampir 100 persen peningkatan," tutur Dudy.

3. Puncak arus mudik dan arus balik

Ilustrasi mudik gratis (dok. Kemenhub)

Lebih lanjut Dudy menjelaskan, puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada 16-17 Maret 2026. Sementara puncak arus balik kemungkinan terjadi pada 25-27 Maret 2026.

Adapun simulasi Kemenhub memperoleh hasil bahwa pergerakan pemudik tanpa penerapan skema WFA pada 16 Maret diperkirakan mencapai 21,2 juta orang. Begitu juga pada tanggal 18 Maret, pergerakan arus mudik diperkirakan mencapai 22 juta orang.

"Dengan penerapan work from anywhere ini diharapkan terjadi penurunan, karena terdistribusi dari simulasi kami pada tanggal 16 diharapkan turun menjadi sekitar 18 juta, 18,9 juta dan pada hari Rabu tanggal 18 Maret turun menjadi sekitar 15,6 juta," tutur Dudy.

Editorial Team