Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mewaspadai dan mengamati berbagai perkembangan terkini terkait dampak rambatan eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran terhadap perekonomian Indonesia di tengah tren perlambatan ekonomi global.
Deputi Gubernur BI Aida S Budiman mengatakan, perekonomian global saat ini masih dibayangi ketidakpastian yang tinggi, terutama di pasar keuangan. Kondisi tersebut semakin diperberat oleh meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
"Sebelumnya kita masih melihat bagaimana sih Fed Fund Rate itu jadi turun atau tidak, kapan turunnya. Tapi sekarang ditambah lagi dengan kejadian yang baru, yaitu geopolitik tensi perang antara AS bersama Israel melawan Iran," ujarnya dalam acara Kontan Share and Learn X BI di Hotel Kempinski Jakarta, Senin (2/3/2026).
