Dampak Ekonomi yang Pengaruhi Hajat Hidup WNI Akibat Perang AS-Iran

- Celios memperingatkan perang AS-Iran dapat memicu lonjakan harga minyak hingga 120 dolar AS per barel, berpotensi memperlebar defisit APBN dan menekan subsidi energi Indonesia.
- Kurs rupiah melemah sementara harga emas global melonjak 48,4 persen dalam enam bulan terakhir akibat ketegangan geopolitik yang mendorong investor beralih ke aset aman.
- Inflasi pangan diprediksi meningkat karena gangguan pasokan dan program Makan Bergizi Gratis, membuat daya beli kelas menengah turun; Celios imbau WNI lebih hemat dan saling bantu.
Jakarta, IDN Times - Center of Economic Law and Studies (Celios) mengungkapkan sejumlah dampak ekonomi perang Amerika Serikat (AS) versus Iran yang mampu memengaruhi hajat hidup jutaan warga negara Indonesia (WNI).
Pertama, dampak terhadap harga bahan bakar minyak (BBM). Celios memprediksi perang bisa menimbulkan risiko naiknya harga BBM.
Harga minyak mentah jenis Brent telah mengalami kenaikan sebesar 20,7 persen sejak awal 2026 menjadi 72,8 dolar AS per barel. Sementara skenario terburuk yang bisa terjadi adalah harga minyak mentah tersebut bisa mencapai 100-120 dolar AS per barel.
Jika itu terjadi, maka defisit APBN bisa semakin melebar mengingat Indonesia masih amat tergantung energi fosil dan subsidi energi semakin berat ketika konflik produsen minyak terjadi.
"Subsisi energi di APBN 2026 memakai asumsi 70 dolar AS per barel. Di atas itu, apa kabar harga Pertamax dan Pertalite?" tulis Celios dikutip dari akun Instagram resminya, Senin (2/3/2026).
1. Emas semakin menguat

Selain itu, Celios mengungkapkan nilai tukar atau kurs rupiah semakin melemah dan sebaliknya emas terus menguat. Sampai saat ini, gold rush masih terjadi dengan kenaikan harga emas global mencapai 48,4 persen dalam enam bulan terakhir. Hal itu dipicu panasnya situasi dan kondisi di Timur Tengah.
"Kalau geopolitik kacau kita sebut flight to quality. Investor geser dari aset berisiko ke aset yang risikonya lebih rendah. Buat WNI yang pegang rupiah ini cobaan," kata Celios.
2. Inflasi pangan bisa gerus tabungan

Inflasi pangan bisa menjadi ancaman bagi hajat hidup jutaan WNI. Celios menilai perang yang terjadi akan membuat rantai pasok terganggu.
Bersamaan dengan itu, ada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memicu harga pangan seperti ayam, telur, beras, dan sayuran naik.
"Disposable income kelas menengah bisa semakin turun," sebut Celios.
3. Apa yang harus dilakukan WNI?

Celios lantas meminta jutaan WNI untuk mempersiapkan diri menghadapi hal terburuk yang bisa terjadi akibat perang AS melawan Iran. Menurut Celios, skenario perang AS versus Iran akan menjadi perang luas di kawasan Timur Tengah.
"Jangan hedon, jangan doom spending. Mulai perkuat solidaritas di akar rumput. Saling bantu sesama warga," kata Celios.
















