Jakarta, IDN Times — Ketegangan antara Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memasuki babak baru di awal 2026. Setelah berbulan-bulan menghindari konfrontasi terbuka, Powell kini secara langsung menanggapi tekanan dari Gedung Putih yang semakin intens terhadap bank sentral AS.
Langkah ini terjadi setelah Departemen Kehakiman AS (DOJ) memulai penyelidikan kriminal terhadap Powell terkait dugaan memberikan keterangan tidak benar kepada Kongres. Situasi tersebut menempatkan independensi The Fed dalam sorotan, sekaligus memunculkan berbagai pertanyaan mengenai dampaknya terhadap kebijakan moneter, pasar keuangan, dan proses pergantian pimpinan The Fed.
