Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) mengatakan, memanasnya konflik di Timur Tengah mulai menimbulkan dampak serius terhadap perlambatan ekonomi global
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengatakan, penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan minyak dunia mendorong lonjakan harga energi dan memperburuk prospek ekonomi dunia sepanjang 2026.
"Kondisi tersebut turut mengganggu produksi, distribusi, hingga rantai pasok perdagangan antarnegara. Akibatnya, harga berbagai komoditas global ikut melonjak dan tekanan inflasi semakin sulit dikendalikan," kata Perry dalam RDG BI, Rabu (20/5/2026).
