Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bank Indonesia Dituntut Bertanggung Jawab Jaga Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia Dituntut Bertanggung Jawab Jaga Stabilitas Rupiah
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo rapat dengan Komisi XI DPR RI (IDN Times/Triyan Pangastuti)
Intinya Sih
  • Nilai tukar rupiah melemah hingga Rp17.600 per dolar AS, memicu desakan agar Bank Indonesia bertanggung jawab menjaga stabilitas mata uang nasional di tengah tekanan capital outflow.
  • Harris Turino menyoroti turunnya kepercayaan investor yang terlihat dari arus dana asing tidak lagi masuk ke surat utang negara, menandakan isu kepercayaan terhadap ekonomi Indonesia.
  • Bank Indonesia diminta lebih cermat memetakan kebutuhan dolar antara sektor riil dan finansial agar intervensi tepat sasaran serta stabilitas rupiah benar-benar dirasakan masyarakat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS) memicu sorotan terhadap peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas mata uang domestik.

Anggota Komisi XI DPR RI, Harris Turino, menilai bank sentral harus bertanggung jawab penuh meredam tekanan terhadap rupiah di tengah derasnya arus modal keluar atau capital outflow dan melemahnya kepercayaan investor terhadap ekonomi Indonesia.

Menurut Harris, gejolak rupiah saat ini memang berbeda dengan krisis 1998 karena struktur utang Indonesia kini lebih didominasi utang domestik. Harris menjelaskan saat itu level depresiasi pada tahun 1998 dari Rp2.500 ke Rp16.500. Kalau sekarang, katakan depresiasinya dari Rp16.500 ke Rp17.600. 

"Dan proporsi utang saat ini dominan di utang domestik," tegasnya dalam rapat kerja bersama Komisi XI, Senin (18/5/2026).

1. Pelemahan rupiah cerminkan persepsi pasar

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Namun, pelemahan kurs tetap menjadi sinyal penting yang mencerminkan persepsi pasar terhadap kondisi ekonomi nasional.

“Bagaimanapun juga, ini tanggung jawab BI untuk menjaga stabilitas rupiah,” ujar Harris.

2. Kepercayaan investor susut

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Ia menilai tekanan terhadap rupiah tidak hanya berasal dari faktor global, tetapi juga dipengaruhi turunnya kepercayaan investor. Hal itu terlihat dari pola arus dana asing yang tidak lagi berpindah ke surat utang negara (SUN) ketika keluar dari pasar saham.

Dalam kondisi normal, investor asing biasanya melakukan natural hedging dengan mengalihkan portofolio dari pasar ekuitas ke obligasi pemerintah berbasis rupiah. Namun saat ini, mekanisme tersebut dinilai tidak berjalan.

"Ketika hedge fund keluar dari pasar modal karena tekanan indeks seperti MSCI dan yield surat utang negara naik, seharusnya dana itu masuk ke SUN. Tetapi data menunjukkan tidak masuk ke surat utang negara. Artinya ada isu kepercayaan yang cukup besar,” ujar Harris.

3. Bank Indonesia lebih cermat memetakan kebutuhan dolar di pasar

ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)
ilustrasi rupiah melemah (IDN TImes/Aditya Pratama)

Dengan demikian, kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa pelaku pasar belum percaya rupiah berada pada level undervalued. Akibatnya, investor memilih tetap memegang dolar AS dibandingkan kembali masuk ke instrumen rupiah.

Karena itu, Harris meminta Bank Indonesia lebih cermat memetakan kebutuhan dolar di pasar, terutama membedakan kebutuhan dari sektor keuangan dan sektor riil.

Menurut dia, kebutuhan dolar dari sektor riil seperti impor dan ekspor bersifat genuine sehingga harus dipenuhi. Sementara kebutuhan dari sektor finansial perlu dipantau untuk mengukur apakah tekanan capital outflow mulai mereda.

“Kalau BI punya data yang benar, mengenai kebutuhan dolar dari hedge fund dan pasar keuangan, maka bisa diketahui apakah tekanan capital outflow masih besar atau mulai turun,” katanya.

4. Stabilitas rupiah harus terasa di masyarakat

Kantor Bank Indonesia (BI). IDN Times/Hana Adi Perdana
Kantor Bank Indonesia (BI). IDN Times/Hana Adi Perdana

Menurutnya kebutuhan dolar tidak bisa dipenuhi melalui diintervensi, baik itu di pasar spot, pasar NDF, maupun pasar DNDF. Meski demikian, Harris tetap mengapresiasi langkah Perry Warjiyo yang dinilai masih mampu menjaga stabilitas rupiah agar tidak terdepresiasi lebih dalam.

Ia menegaskan, stabilitas nilai tukar tidak boleh hanya tercermin dalam indikator moneter, tetapi juga harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui stabilitas harga dan daya beli.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Related Articles

See More