Jakarta, IDN Times - Divisi Chief Investment Office (CIO) DBS menilai ketidakpastian global pada kuartal II-2026 kian meningkat, terutama dipicu konflik di Timur Tengah.
Chief Investment Office (CIO) DBS Hou Wey Fook mengatakan dalam situasi ini, investor diminta lebih disiplin dalam mengelola risiko portofolio, termasuk meningkatkan alokasi ke aset lindung nilai seperti emas.
Meski secara historis saham Amerika Serikat kerap mencatatkan imbal hasil positif pascakonflik besar.
"Kondisi saat ini tidak bisa disikapi dengan rasa puas diri. Volatilitas yang masih tinggi membuat strategi defensif menjadi kunci," tegasnya.
Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah mengalihkan sebagian eksposur saham AS ke indeks berisiko rendah seperti S&P 500 Low Volatility Index, sekaligus menambah porsi emas untuk menjaga stabilitas portofolio.
