Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kunjungan Wisatawan Asing ke Thailand Turun 7,2 Persen pada 2025
Bendera Thailand (unsplash.com/Markus Winkler)

Intinya sih...

  • Krisis bertubi-tubi sepanjang 2025 rugikan pariwisata Thailand: Thailand mengalami berbagai krisis bertubi-tubi sepanjang 2025 yang merusak citra pariwisata internasionalnya, termasuk insiden penculikan aktor China dan bencana alam.

  • Wisatawan asing ke Thailand turun di bawah 33 juta pada 2025: Kedatangan wisatawan asing ke Thailand mencapai 32,6 juta orang hingga 28 Desember 2025, menurun lebih dari 7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Thailand mencatat penurunan kedatangan wisatawan asing sebesar 7,2 persen pada 2025, menjadi 33 juta orang, yang merupakan kemerosotan tahunan pertama dalam satu dekade di luar masa pandemik COVID-19. Negara tujuan wisata populer dengan pantai indah dan suasana santai ini mengalami tantangan serius akibat serangkaian peristiwa yang mengguncang kepercayaan wisatawan internasional.

Penurunan tersebut mencerminkan dampak ketidakstabilan politik, bencana alam, serta perubahan tren pariwisata global, yang mempengaruhi persepsi keselamatan dan daya tarik Thailand sebagai destinasi utama Asia Tenggara. Pemerintah Thailand kini tengah menyusun strategi pemulihan sektor pariwisata untuk mengembalikan kepercayaan pelancong asing di tahun-tahun mendatang.

1. Krisis bertubi-tubi sepanjang 2025 rugikan pariwisata Thailand

Thailand mengalami berbagai krisis bertubi-tubi sepanjang 2025 yang secara serius merusak citra pariwisata internasionalnya. Insiden penculikan aktor China Wang Xing di Thailand, yang kemudian diselamatkan dari pusat penipuan di Myanmar, menjadi pukulan awal bagi pasar wisatawan China, kelompok pengunjung terbesar Thailand.

Rangkaian bencana dan konflik selanjutnya semakin memperburuk situasi, meliputi gempa bumi besar di Myanmar, konflik perbatasan berdarah dengan Kamboja, banjir parah di wilayah selatan, serta krisis politik domestik yang memunculkan pemerintahan baru. Faktor ekonomi juga ikut berkontribusi, dengan kenaikan nilai tukar baht sebesar 8 persen.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Agen Perjalanan Thailand, Adith Chairattananon menegaskan, kekhawatiran keamanan dan kenaikan nilai baht menjadi faktor utama penurunan kedatangan wisatawan sebesar 7,2 persen pada 2025.

2. Wisatawan asing ke Thailand turun di bawah 33 juta pada 2025

Kedatangan wisatawan asing ke Thailand mencapai 32,6 juta orang hingga 28 Desember 2025, menurun lebih dari 7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Proyeksi akhir tahun memperkirakan total 32,8 juta wisatawan dengan pendapatan pariwisata sebesar 1,52 triliun baht (Rp805,2 triliun), turun dari 35,5 juta orang dan 1,67 triliun baht (Rp884,6 triliun) pada 2024.

Malaysia memimpin sebagai negara pengirim wisatawan terbesar dengan 4,5 juta pengunjung, diikuti China dengan 4,4 juta dan India dengan 2,5 juta orang. Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand, Thapanee Kiatphaibool mengatakan, angka-angka ini mencerminkan situasi negatif secara keseluruhan akibat berbagai tantangan yang dihadapi sektor pariwisata tahun ini.

3. Thailand bidik 36,7 juta wisatawan asing pada 2026

Sektor pariwisata Thailand menyumbang 12 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) negara tersebut dan mendukung jutaan lapangan kerja, sehingga penurunan kedatangan wisatawan pada 2025 menjadi kabar buruk yang signifikan pasca pandemi. Otoritas Pariwisata Thailand menetapkan target 36,7 juta wisatawan asing pada 2026, dengan komposisi 70 persen dari pasar jarak dekat dan proyeksi 6,7 juta pengunjung dari China.

Pemulihan pasar China dianggap krusial, jika mencapai 8-9 juta wisatawan, total pengunjung internasional berpotensi tembus 38 juta orang, asalkan konflik perbatasan terkendali dan nilai tukar baht melemah.

“Jika kedatangan China mencapai 8 juta atau 9 juta dan otoritas mengelola dampak sengketa perbatasan serta kekuatan baht, pengunjung internasional bisa mencapai 38 juta pada 2026,” kata Chairattananon, dilansir Bloomberg.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team