Ilustrasi. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Pada perdagangan sebelumnya atau Rabu (5/5/2021), kurs rupiah ditutup melemah 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.435.
Direktur PT. TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan rupiah dipengaruhi angka pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih mencatatkan kontraksi.
Kepala BPS Suhariyanto menyebut Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada tiga bulan pertama 2021 tumbuh -0,96 persen dibandingkan kuartal sebelumnya (quarter-to-quarter/qtq). Sementara dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy), ekonomi Indonesia tumbuh 0,74 persen.
Realisasi ini tidak jauh dari ekspektasi pasar, bahkan sedikit lebih baik. Konsensus yang dihimpun pasar memperkirakan PDB terkontraksi 1,09 persen qtq, sementara secara tahunan diperkirakan terjadi kontraksi 0,87 persen yoy.
“Dengan demikian, kontraksi PDB Indonesia genap terjadi selama empat kuartal beruntun. Artinya, Indonesia terjebak di ‘jurang’ resesi ekonomi selama 1 tahun,” jelasnya.