Jakarta, IDN Times - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) akan dibuat praktis dengan sistem plug and play. Masyarakat hanya perlu menggunakan valve atau converter tambahan agar tetap bisa menggunakan kompor yang sudah ada.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Laode Sulaeman, menyatakan selain menjamin kemudahan teknis, pemerintah juga menempatkan faktor keselamatan sebagai aspek paling krusial dalam implementasi kebijakan substitusi energi itu.
"Poin yang paling penting yang harus disiapkan adalah aspek keselamatan. Yang kedua, dia menggunakan valve atau converter yang harus plug and play sehingga kompor tidak perlu diganti," kata Laode dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (15/5/2026).
