Jakarta, IDN Times - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menanggapi dinamika pasar modal Indonesia setelah evaluasi dan peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang diikuti koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Luhut menyampaikan volatilitas jangka pendek sebagai mekanisme pasar yang wajar dan tidak mencerminkan perubahan fundamental ekonomi nasional. Masukan dari MSCI dipandang sebagai momentum mempercepat reformasi struktural agar pasar modal Indonesia menjadi lebih sehat, transparan, adil, dan kompetitif.
“Kita tidak perlu panik. Peringatan MSCI adalah cerminan yang jujur atas area yang perlu diperbaiki. Ini momentum untuk membangun pasar modal yang kredibel, yang dipercaya investor karena sistemnya kuat, bukan karena spekulasi,” kata Luhut dalam keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).
Pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan otoritas terkait akan memperketat pengawasan perdagangan, termasuk pemantauan transaksi tidak wajar, penindakan praktik manipulasi, serta penguatan komunikasi pasar yang lebih cepat dan jelas. Perlindungan investor dan stabilitas pasar menjadi prioritas.
