Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Marak Uang Palsu, Bank Indonesia Minta Masyarakat Gunakan Metode 3D
Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali memusnahkan sebanyak 466.535 lembar uang rupiah palsu di Kantor Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026).. (IDN Times/Triyan)
  • Bank Indonesia mengimbau masyarakat waspada terhadap uang palsu dan mengenali keaslian rupiah dengan metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang.
  • Rupiah dinilai memiliki sistem keamanan terbaik di dunia, dengan pecahan Rp50 ribu TE 2022 meraih penghargaan internasional atas tingkat keamanannya.
  • Temuan uang palsu terus menurun hingga mendekati 1 lembar per sejuta uang beredar berkat peningkatan teknologi dan koordinasi antar lembaga.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Bank Indonesia (BI) meminta masyarakat waspada terhadap peredaran uang palsu. Masyarakat juga diimbau mampu membedakan keaslian uang rupiah yang beredar dan digunakan dalam transaksi.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Ricky P. Gozali mengatakan, kualitas uang palsu yang beredar masih jauh di bawah standar uang rupiah asli. Karena itu, uang palsu dinilai lebih mudah dikenali masyarakat.

“Berdasarkan penelitian terhadap temuan uang palsu, kualitas uang palsu yang diproduksi selama ini relatif sangat rendah. Kami berharap masyarakat dapat dengan mudah mengenalinya melalui metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang,” ujar Ricky dalam konferensi pers pemusnahan uang rupiah palsu di Kompleks Bank Indonesia, Rabu (13/5/2026).

1. Uang rupiah wajib dirawat agar keasliannya bisa dikenali

Ilustrasi Uang Rupiah (Unsplash/Mufid Majnun)

Ia menuturkan, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah peredaran uang palsu. Karena itu, BI terus menggalakkan kampanye Cinta, Bangga, Paham Rupiah agar masyarakat semakin memahami cara memastikan keaslian uang rupiah melalui metode 3D. Selain mampu mengenali uang palsu, masyarakat juga diminta menjaga dan merawat uang rupiah asli dengan baik.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa merawat uang rupiah agar keasliannya tetap mudah dikenali. Rawat rupiah dengan menerapkan 5 Jangan: jangan dilipat, jangan dicoret, jangan distapler, jangan diremas, dan jangan dibasahi,” ujarnya.

2. Rupiah jadi mata uang dengan sistem keamanan terbaik di dunia

Ilustrasi berbagai nominal mata uang rupiah Indonesia (pexels.com/Robert Lens)

Tak hanya itu, ia mengungkapkan rupiah menjadi salah satu mata uang dengan sistem keamanan terbaik di dunia, terutama uang kertas rupiah pecahan Rp50 ribu Tahun Emisi (TE) 2022 yang meraih penghargaan dalam IACA Currency Awards 2023.

“Uang kertas rupiah pecahan Rp50.000 TE 2022 juga meraih peringkat kedua dunia dalam kategori mata uang paling aman dan paling sulit dipalsukan versi BestBrokers pada November 2024,” ujarnya.

3. Temuan uang palsu trennya terus menurun

Ilustrasi nominal rupiah (pixels.com/Bastian Saputra)

Ricky mengatakan, jumlah temuan uang rupiah palsu dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data BI, rasio temuan uang palsu turun dari 5 pieces per million (ppm) menjadi mendekati 1 ppm pada 2025. Artinya, dari setiap satu juta lembar uang yang beredar, hanya ditemukan sekitar satu lembar uang palsu.

“Capaian ini tidak lepas dari sinergi dan koordinasi yang erat dari berbagai unsur, termasuk penguatan kualitas uang rupiah dari sisi bahan, teknologi cetak, dan unsur pengamanan yang semakin modern,” katanya.

Editorial Team