ilustrasi cadangan devisa (unsplash.com/ Viacheslav Bublyk)
Dari sisi kinerja, MDLA mencatat pendapatan sebesar Rp4,03 triliun pada kuartal I-2026, tumbuh 3,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba periode berjalan juga meningkat 7,4 persen menjadi Rp119,32 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penjualan produk farmasi serta efisiensi operasional jaringan distribusi.
Penjualan produk farmasi tercatat sebesar Rp3,26 triliun, naik dari Rp2,7 triliun pada kuartal I-2025. Sementara itu, penjualan alat kesehatan mencapai Rp394,5 miliar dan produk kesehatan sebesar Rp380,2 miliar.
Investor Relations Director MDLA, Harris Lesmana, menyampaikan bahwa perseroan terus memperkuat strategi pertumbuhan melalui pengembangan infrastruktur distribusi, penambahan prinsipal, serta kerja sama strategis di bisnis alat kesehatan. Perseroan juga telah menambah tiga prinsipal baru pada kuartal I-2026 dan saat ini tengah menjajaki kolaborasi dengan mitra global di sektor alat kesehatan.
Dari sisi ESG, MDLA mulai menggunakan kendaraan listrik untuk kegiatan distribusi, dengan melanjutkan operasional 106 unit motor listrik di 15 cabang yang tersebar di 13 kota.
Selain itu, perseroan juga menjalankan program pemeriksaan kesehatan gratis serta memperkuat penerapan Good Corporate Governance (GCG) di seluruh lini usaha.