Raup Laba Bersih US$15,2 Juta, RATU Bagikan Dividen Rp45 per Saham

- PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menetapkan dividen tunai Rp45 per saham atau total sekitar Rp122,17 miliar dalam RUPST tahun buku 2025.
- Sepanjang 2025, RATU mencatat laba bersih US$15,2 juta tumbuh 8,9 persen meski pendapatan turun 14,6 persen berkat efisiensi biaya dan margin EBITDA di atas 62 persen.
- Kinerja operasional RATU ditopang produksi dari Blok Cepu dan Blok Jabung yang menjadi fondasi utama ekspansi bisnis energi perusahaan ke depan.
Jakarta, IDN Times – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) menyepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp45 per saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2025. Keputusan itu menjadi salah satu agenda yang disetujui pemegang saham dalam rapat yang digelar di Jakarta.
Pembagian dividen tersebut dilakukan di tengah kinerja perseroan yang masih mencatat pertumbuhan laba bersih sepanjang 2025.
1. RATU bagikan dividen total Rp122,1 miliar

Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui pembagian dividen tunai sebesar 7,03 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp122,17 miliar. Nilai tersebut setara dengan Rp45 per saham.
“Pembagian ini mencerminkan komitmen Perseroan untuk memberikan imbal hasil yang konsisten sekaligus menjaga ruang pertumbuhan ke depan,” tulis Manajemen Perseroan dalam keterangan resminya, Jumat (8/5/2026)
Keputusan pembagian dividen itu juga menjadi bentuk apresiasi kepada pemegang saham setelah RATU membukukan laba bersih positif pada tahun buku 2025.
2. Laba bersih RATU tumbuh 8,9 persen

Sepanjang 2025, RATU membukukan laba bersih sebesar 15,2 juta dolar AS atau tumbuh 8,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kinerja itu diraih meski pendapatan perseroan terkoreksi 14,6 persen menjadi 49,3 juta dolar AS akibat penurunan volume lifting dan harga minyak.
Perseroan menyebut efisiensi biaya menjadi faktor utama penopang kinerja. Beban pokok penjualan atau cost of goods sold (COGS) turun 29 persen sehingga adjusted EBITDA tetap tumbuh 2 persen menjadi 30,8 juta dolar AS dengan margin di atas 62 persen.
Dari sisi neraca, total aset RATU tercatat sebesar 76 juta dolar AS dengan ekuitas 56,6 juta dolar AS dan rasio debt to equity ratio (DER) di level 0,30 kali.
3. Blok Cepu dan Jabung jadi penopang bisnis

RATU menyampaikan, kinerja operasional perseroan masih ditopang oleh produksi dari Blok Cepu dan Blok Jabung.
Blok Cepu mencatat produksi rata-rata 151 ribu barel minyak per hari (BOPD) dengan sisa cadangan 2P sebesar 296 MMBO. Sementara itu, Blok Jabung membukukan produksi rata-rata 49,7 ribu BOEPD dengan cadangan 2P sebesar 243 MMBOE.
"Kedua blok tersebut akan menjadi landasan ekspansi bisnis energi Perseroan pada masa depan," tulis Manajemen RATU.








![[QUIZ] Tebak Tagline Bank di Indonesia, Uji Pengetahuanmu](https://image.idntimes.com/post/20250615/1000015039_d8cb6c8a-ca41-47d5-a0df-015eb540ad45.jpg)








