Pengamat Pasar Keuangan Ariston Tjendra mengatakan nilai tukar rupiah berpotensi melemah pada perdagangan hari ini. Sebab, masih ada sentimen negatif terhadap kenaikan suku bunga acuan di Amerika Serikat (AS) yang bisa berimbas pada nilai tukar rupiah.
"Nilai tukar rupiah masih berpeluang melemah hari ini terhadap dollar AS karena sentimen kenaikan suku bunga acuan AS yang lebih agresif," kata Ariston kepada IDN Times.
Dia mengatakan, Bank Sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) menyatakan ada peluang kenaikan suku bunga acuan hingga 75 basis poin menjadi 3,5 persen di akhir tahun.
"Kalau ini terjadi, skenario ini lebih agresif dibandingkan perkiraan pasar saat ini yang memperkirakan di akhir tahun mungkin menjadi 2,00-2,25 persen," tutur Ariston.