ilustrasi harga bahan pangan meningkat (Freepik.com/Freepik)
Jenis teori inflasi yang terakhir ini menjelaskan inflasi jangka panjang dengan menekankan pada masalah-masalah dalam struktur ekonomi suatu negara yang kaku. Dalam artian, menurut teori strukturalis, penyebab inflasi terjadi adalah karena adanya ketegangan (infleksibilitas) struktur ekonomi di suatu negara.
Menurut teori ini, ada dua faktor utama di negara berkembang yang dapat memicu inflasi, seperti:
- Pertumbuhan ekspor yang lambat dibandingkan dengan sektor lain, menyebabkan ketidakseimbangan ekonomi.
- Produksi bahan makanan yang tidak sebanding dengan pertumbuhan populasi dan pendapatan per kapita, sehingga harga pangan cenderung naik lebih cepat daripada harga barang lainnya.
Bagaimana, sekarang kamu sudah paham ya, mengenai apa itu inflasi beserta jenis-jenis teori inflasi? Dari ulasan di atas, dapat diketahui bahwa setiap teori menawarkan pandangan berbeda, mulai dari faktor jumlah uang beredar, perilaku masyarakat, hingga struktur ekonomi yang kaku. Semoga informasi ini dapat membantu, ya.
Penulis: Muti’ah Nur Rahmah
Apa saja 3 jenis teori inflasi? | Tiga teori inflasi adalah teori kuantitas, teori Keynes, dan teori strukturalis yang masing-masing menjelaskan penyebab inflasi dari sudut pandang berbeda. |
Apa penyebab inflasi menurut teori kuantitas? | Menurut teori kuantitas, inflasi terjadi karena jumlah uang beredar meningkat terlalu besar sehingga mendorong kenaikan harga barang secara umum. |
Apa penyebab inflasi menurut teori Keynes? | Menurut teori Keynes, inflasi terjadi saat permintaan masyarakat lebih tinggi daripada ketersediaan barang sehingga memicu kenaikan harga. |
Apa itu teori inflasi strukturalis? | Teori strukturalis menyebut inflasi terjadi akibat masalah struktur ekonomi seperti produksi lemah, pasokan terbatas, atau pertumbuhan ekspor lambat. |
Kenapa penting memahami teori inflasi? | Karena membantu memahami penyebab kenaikan harga dan menentukan kebijakan yang tepat untuk mengendalikan inflasi sesuai kondisi ekonomi. |