Jakarta, IDN Times - Barang inferior merupakan istilah dalam ekonomi yang merujuk pada jenis barang yang permintaannya justru menurun ketika pendapatan masyarakat meningkat. Sebaliknya, dilansir Investopedia, barang ini lebih banyak dikonsumsi saat kondisi ekonomi atau pendapatan sedang terbatas, karena konsumen cenderung mencari alternatif yang lebih terjangkau.
Dalam teori ekonomi, barang inferior menunjukkan hubungan terbalik antara pendapatan dan permintaan. Ketika pendapatan naik atau kondisi ekonomi membaik, konsumen biasanya mulai beralih ke produk lain yang dinilai lebih berkualitas atau lebih sesuai dengan preferensi mereka.
Perubahan ini juga dipengaruhi oleh faktor kenyamanan, kualitas, hingga persepsi status sosial. Barang inferior umumnya berkebalikan dengan barang normal, yakni barang yang permintaannya meningkat seiring naiknya pendapatan riil masyarakat.
Sebaliknya, ketika pendapatan turun atau ekonomi melemah, konsumsi barang inferior cenderung meningkat karena dianggap lebih hemat dibandingkan alternatif lainnya.
