Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
ilustrasi rupiah (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar mata uang rupiah menguat atas dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Senin (11/7/2022). Kurs mata uang rupiah ditutup menguat 4 poin ke level Rp14.975 per dolar AS.

Seperti dikutip dari Bloomberg, mata uang Garuda sebelumnya ditutup di level Rp14.979.

1. Inflasi tinggi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi terus membebani pasar

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan faktor eksternal menguatnya rupiah yakni kekhawatiran akan inflasi yang tinggi dan perlambatan pertumbuhan ekonomi sehingga terus membebani pasar.

Tingkat pengangguran AS tetap di 3,6 persen yang meredakan beberapa kekhawatiran resesi. Serta, meningkatkan ekspektasi pengetatan moneter lebih lanjut.

"Investor sekarang menunggu Indeks Harga Konsumen (CPI) AS, yang akan dirilis Rabu (13/7/2022) ini. Diperkirakan, Indeks Harga Konsumen AS akan mendekati 9 persen. Angka tertinggi selama empat dekade," ujar Ibrahim, Senin (11/7/2022).

2. Data ekonomi domestik tunjukkan perbaikan

Dalam kondisi carut marut seperti ini, kata Ibrahim, salah satu negara berkembang yaitu Indonesia, ekonominya tetap kuat dalam menghadapi ancaman yang datang dari eksternal. Indikasi ini bisa dilihat dari data ekonomi domestik yang menunjukan perbaikan.

Bank Indonesia (BI) melaporkan cadangan devisa Indonesia naik 800 juta dolar AS menjadi 136,4 miliar dolar AS pada Juni 2022. Posisi cadangan devisa Juni 2022 menjadi yang tertinggi sejak bulan Maret 2022. Kendati terjadi outflows tetapi peningkatan cadangan devisa disebabkan oleh penerbitan global bond serta penerimaan pajak dan jasa.

"Kemudian, dari sisi rilis data Indeks Keyakinan Konsumen (IKK), meski terjadi penurunan secara bulanan sebesar 0,7 poin, tetapi angka IKK menunjukkan bahwa konsumen tetap optimis. Dari enam sub-indeks IKK hanya dua sub-indeks yang mengalami penurunan yaitu sub-indeks untuk kondisi ekonomi saat ini dan pendapatan saat ini," ucapnya.

3. Optimisme konsumen terhadap outlook ekonomi Indonesia

Sementara itu optimisme konsumen terhadap outlook ekonomi, ekspektasi pendapatan 6 bulan ke depan, ketersediaan lapangan kerja dibanding 6 bulan lalu serta ekspektasi ketersediaan lapangan kerja 6 bulan mendatang masih menunjukkan peningkatan.

"Gejolak yang dialami oleh pasar keuangan tanah air masih tak bisa dilepaskan dari kondisi eksternal yang memang belum mendukung. Namun, pemerintah dan Bank Indonesia oftimis bisa menanggulangi secara bersama sehingga gejolak ekternal masih bisa di redam dengan data fundamental yang kuat," ujar Ibrahim.

4. Prediksi rupiah esok hari

Ibrahim mengatakan, pada penutupan sore ini mata uang rupiah kembali menguat 4 poin walaupun sebelumnya sempat menguat 15 poin di level Rp14.975 dari penutupan sebelumnya di level Rp.14.978.

"Sedangkan, untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka  berfluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp14.960 - Rp14.990," katanya.  

Editorial Team