Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Menkeu Tarik Utang Rp305,5 Triliun per April 2026
ilustrasi utang (unsplash.com/rc.xyz NFT gallery)
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melaporkan penarikan utang hingga April 2026 mencapai Rp305,5 triliun atau 36,7 persen dari target pembiayaan utang tahun ini sebesar Rp832,21 triliun.
  • Defisit APBN per April 2026 tercatat Rp164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap PDB, membaik dibanding Maret yang mencapai 0,93 persen berkat pengelolaan pembiayaan yang kredibel.
  • Pendapatan negara tumbuh 13,3 persen yoy menjadi Rp918,4 triliun dengan penerimaan pajak naik signifikan 16,1 persen yoy hingga Rp646,3 triliun, menunjukkan tren positif keseimbangan fiskal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Purbaya, orang yang ngurus uang negara, bilang kalau pemerintah pinjam uang banyak sekali, Rp305 triliun sampai bulan April. Uangnya dipakai buat bantu bayar pengeluaran negara. Sekarang pendapatan negara juga naik karena pajak makin banyak. Katanya keadaan makin baik dan ke depan uang negara akan tambah kuat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Realisasi pembiayaan APBN hingga April 2026 menunjukkan pengelolaan fiskal yang terukur dan kredibel. Penarikan utang yang sedikit lebih rendah dari tahun lalu serta defisit yang menurun mencerminkan kehati-hatian pemerintah dalam menjaga keseimbangan anggaran. Pertumbuhan pendapatan negara dan surplus keseimbangan primer menandakan fondasi ekonomi yang semakin kuat dan sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan realisasi penarikan utang untuk pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencapai Rp305,5 triliun hingga April 2026.

Jumlah tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp305,9 triliun.

Purbaya mengatakan, realisasi penarikan utang itu masih sesuai rencana. Nilainya setara 36,7 persen dari target pembiayaan utang tahun ini sebesar Rp832,21 triliun.

“Ini sesuai dengan rencana. Jadi pembiayaan tetap terjaga dan terukur,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA di Kementerian Keuangan, Selasa (19/5/2026).

1. Rincian utang per April

Ilustrasi hutang konsumtif (freepik.com/rawpixel.com)

Dengan total pembiayaan utang yang diserap itu, pemerintah memakai sekitar Rp7 triliun dalam bentuk pembiayaan non utang. Nilainya setara 4,9 persen dari target pembiayaan non utang yang keluar sepanjang tahun ini Rp143,1 triliun.

Dengan catatan itu, Purbaya secara keseluruhan telah merealisasikan pembiayaan anggaran sebesar Rp298,5 triliun hingga akhir April 2026. Jumlah itu berasal dari hasil penarikan utang baru dikurangi dengan pembiayaan non utang.

2. Penarikan utang untuk tambal defisit anggaran

ilustrasi bayar hutang (unsplash.com/TowfiquBarbhuiya)

Realisasi pembiayaan anggaran untuk menambal defisit APBN. Adapun data per April 2026 mencapai Rp164,4 triliun atau 0,64 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Sedangkan, dibandingkan bulan lalu, laju defisit ini memang lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap PDB.

Realisasi sampai April 2026, defisitnya Rp164,4 triliun atau 0,64 persen dari PDB. Kemarin waktu posisi Maret masih 0,93 persen terhadap PDB.

"Karena kita cukup kredibel, kita tidak ada kesulitan untuk menerbitkan surat utang. Kita akan jaga terus kredibilitas APBN kita," ucap Purbaya.

3. Pendapatan negara Rp918,4 triliun

ilustrasi utang (vecteezy.com/dao_kp20226443)

Lebih lanjut, Purbaya mencatat pendapatan negara mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara, belanja negara terealisasi Rp1.082,8 triliun atau meningkat 34,3 persen yoy. Kondisi tersebut dinilai menunjukkan APBN tetap ekspansif, namun defisit masih terkendali.

“Keadaan membaik. Keseimbangan primer sudah surplus Rp28 triliun, dan ke depan akan terus membaik karena pendapatan negara tumbuh,” tegas Menkeu.

Peningkatan penerimaan negara, terutama ditopang penerimaan perpajakan yang mencapai Rp746,9 triliun atau tumbuh 13,7 persen yoy. Di dalamnya, penerimaan pajak tumbuh lebih tinggi, yakni 16,1 persen yoy menjadi Rp646,3 triliun.

Kinerja ini, kata Purbaya, berbalik arah dibandingkan April tahun lalu, ketika pertumbuhan pajak masih terkontraksi 10,8 persen. Pemerintah optimistis tren penerimaan akan terus menguat hingga akhir tahun.

Editorial Team