Jakarta, IDN Times - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita berupaya meningkatkan kontribusi ekspor manufaktur Indonesia, karena selama ini sektor ini mayoritas dinikmati oleh konsumis domestik dan hanya sedikit yang diekspor. Hal ini berbeda bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Vietnam, Thailand yang mayoritas hasil industri industrinya terserap paling banyak untuk ekspor.
Kondisi ini yang dinilainya akan diubah dengan meningkatkan ekspor untuk menjaga daya saing sektor manufaktur. Apabila mengacu PMI Manufaktur Indonesia April 2026 turun ke zona kontraksi di angka 49,1, menandai penurunan pertama dalam sembilan bulan terakhir. Pelemahan ini dipicu tekanan biaya akibat tensi geopolitik Timur Tengah, penurunan permintaan, dan pengurangan tenaga kerja. Meski kontraksi, optimisme produksi ke depan tetap ada.
“Output manufaktur kita selama ini rata-rata hanya 20 persen yang diekspor, sementara 80 persen diserap di dalam negeri. Indonesia berbeda dengan negara-negara lain seperti Vietnam, Thailand, maupun Malaysia,” kata Agus dikutip, Rabu (6/5/2026).
