Harapan Gapmmi buat Industri Mamin usai Menperin Jadi Anggota DEN
- Posisi baru Menperin Agus Gumiwang di DEN mampu memperjuangkan harmonisasi kebijakan energi dan industri agar saling mendukung, terutama dalam menghadapi transisi energi dan tantangan global menuju produksi rendah emisi.
- Industri mamin merasakan urgensi peran DEN dalam memastikan ketahanan energi nasional, karena bergantung pada energi yang andal untuk setiap tahapan proses pengolahan.
Jakarta, IDN Times - Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) menganggap terpilihnya Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita sebagai Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) mampu memberikan dampak positif untuk sektor makanan dan minuman (mamin).
Ketua Umum Gapmmi, Adhi S Lukman menyatakan, sektor makanan dan selama ini bergantung pada pada pasokan energi yang stabil, efisien, kompetitif dan berkelanjutan. Sosok Agus pun dilihat Adhi punya pemahaman apik dalam dinamika industri manufaktur Indonesia.
"Beliau memiliki pengalaman panjang dalam membina sektor industri serta mengetahui secara langsung tantangan yang dihadapi pelaku usaha, termasuk kebutuhan akan energi yang terjangkau untuk mendorong produktivitas dan daya saing," tutur Adhi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (3/2/2026).
1. Agus diharapkan jadi jembatan harmonisasi kebijakan energi dan industri

Adhi juga berharap, posisi baru Agus di DEN mampu memperjuangkan harmonisasi kebijakan energi dan industri agar saling mendukung, terutama dalam menghadapi transisi energi dan tantangan global menuju produksi rendah emisi.
"Kehadirannya juga diharapkan dapat memperkuat advokasi untuk ketersediaan energi yang konsisten, termasuk listrik dan gas, yang sangat menentukan keberlanjutan kegiatan industri," kata Adhi.
2. Urgensi peran DEN bagi industri makanan dan minuman

Adhi menjelaskan, industri mamin sebagai salah satu sektor dengan kontributor terbesar terhadap PDB manufaktur merasakan urgensi peran DEN dalam memastikan ketahanan energi nasional. Setiap tahapan dalam proses pengolahan sektor mamin mulai dari pemanasan, pendinginan, pengeringan, sterilisasi, hingga pengemasan, bergantung pada energi yang andal.
Pun halnya dengan rantai pendingin (cold chain) yang berperan penting dalam menjaga keamanan pangan. Energi menjadi komponen biaya yang signifikan, sehingga kebijakan energi tepat akan membantu industri menjaga efisiensi dan tetap kompetitif, baik di pasar domestik maupun global.
Adhi juga berharap rencana pemberian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk sektor makanan minuman dapat segera direaliasasikan.
"Gapmmi optimis keterlibatan Menperin dalam DEN akan memberikan perspektif yang lebih komprehensif dalam merumuskan kebijakan energi yang berpihak pada pertumbuhan industri," ujar Adhi.
3. Harapan lain GAPPMI terhadap DEN

Dengan dukungan kebijakan energi yang terencana dan terintegrasi, sektor makanan dan minuman dianggap Adhi dapat terus berkembang sekaligus berkontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional.
“Harapan kami untuk DEN juga bantu upayakan percepatan transisi menuju energi terbarukan (EBT) yang secara biaya investasi awal masih dinilai lebih mahal dibandingkan fosil, meliputi tingginya biaya investasi awal, infrastruktur jaringan yang belum memadai, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung,” tutur Adhi.

















