Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Merger Galangan Kapal BUMN Ditargetkan Selesai Semester I-2026
PT PAL meluncurkan kapal fregat Merah Putih yang diberi nama KRI Balaputradewa-322 di Surabaya. (Dokumentasi PT PAL)

Intinya sih...

  • BPI Danantara memastikan merger galangan kapal milik BUMN selesai tahun ini, kemungkinan pada semester I-2026.

  • Proses konsolidasi tersebut akan membuka peluang kerja bagi lulusan baru teknik perkapalan dan bidang terkait, karena volume order kapal yang terus meningkat.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) memastikan konsolidasi alias merger galangan kapal milik badan usaha milik negara (BUMN) selesai tahun ini, bahkan kemungkinan pada semester I-2026.

"Konsolidasinya saya pastikan bahwa tahun ini selesai, dan mungkin semester satu sudah selesai untuk konsolidasi daripada galangan kapal kita," kata Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara Dony Oskaria di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Dia mengatakan, proses konsolidasi tersebut akan membuka peluang kerja bagi lulusan baru teknik perkapalan dan bidang terkait, karena volume order kapal yang terus meningkat.

1. Konsolidasi galangan kapal dilakukan melalui PT PAL

Kapal selam otonom (KSOT) buatan PT PAL yang berhasil melewati uji coba di perairan di Surabaya. (Dokumentasi PT PAL Indonesia)

Konsolidasi industri galangan kapal dilakukan di bawah koordinasi PT PAL Indonesia. Dia menekankan bahwa langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kapal tangkap nasional dan mengurangi dominasi asing atas kekayaan laut Indonesia.

"Nah, ini dengan kita mengoptimalkan dan melakukan pembaharuan terhadap kemampuan negara kita sendiri dalam mengelola hasil laut kita, itu akan banyak sekali manfaat ekonominya ke depan," ujar dia.

2. Fokus pada basis industri dan ekonomi nasional

Kapal tunda (tug boat) memandu kapal perang Filipina BRP Tarlac 601 untuk bersandar di Dermaga Semenanjung Barat milik PT PAL Indonesia. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Dony menjelaskan upaya konsolidasi BUMN juga menjadi bagian dari strategi pengembangan industri dan ekonomi nasional. Dia menyebutkan, selain industri perkapalan, sektor lainnya juga dikonsolidasikan.

"Kemarin saya sudah jelaskan juga pengembangan industri perkapalan, industri kereta api, dan lain-lainnya ini akan berkembang dengan sangat signifikan," tuturnya.

3. PT PAL masih berdiskusi dengan Danantara

PT PAL Indonesia. (dok. PT PAL Indonesia)

PT PAL Indonesia, anak usaha Holding BUMN Pertahanan (DEFEND ID) buka suara soal rencana merger BUMN galangan kapal. Direktur Utama PT PAL Kaharuddin Djenod mengatakan, pihaknya masih berdiskusi dengan Danantara Indonesia.

"Sedang dirapikan dengan Danantara," kata Djenod di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (11/2/2/2026).

Djenod mengatakan, diskusi yang dilakukan PT PAL dengan Danantara, salah satunya untuk menghindari beban keuangan usai merger.

"Sehingga mergernya nanti itu pertama tidak meninggalkan beban. Kedua adalah merger ini bertujuan untuk melakukan lompatan bagi industri market Indonesia," tutur Djenod.

Editorial Team