Jakarta, IDN Times - Pemerintah Mesir memutuskan untuk memperlambat sejumlah proyek besar negara yang membutuhkan konsumsi bahan bakar tinggi selama minimal dua bulan ke depan. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap guncangan energi global yang dipicu oleh perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Mesir menghadapi tekanan berat karena sangat bergantung pada impor bahan bakar yang terhambat akibat penutupan Selat Hormuz. Situasi keamanan di jalur pelayaran utama tersebut telah memicu lonjakan harga energi yang membebani anggaran belanja publik.
